Jumat, 10 April 2026

"Trump Penggal Kepala Patung Liberti", Sampul Der Spiegel Dikritik

Majalah mingguan Jerman, Der Spiegel, mendapat kritik karena gambar sampul yang menunjukkan figur Presiden Amerika Serikat Donald Trump memenggal kepa

Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM -- Majalah mingguan Jerman, Der Spiegel, mendapat kritik karena gambar sampul yang menunjukkan figur Presiden Amerika Serikat Donald Trump memenggal kepala patung Liberti.

Beberapa koran di Jerman melontarkan kritik terhadap gambar tersebut. Wakil presiden Parlemen Eropa di Jerman pun menyebut gambar tersebut "tak pantas".

Menanggapi komentar tersebut, kartunis Edel Rodriguez menilai, gambar tersebut hanya ingin melukiskan adanya "pemenggalan demokrasi".

Sampul depan Der Spigel ini mirip dengan kartun yang muncul di halaman depan New York Daily News pada Desember 2015.

Kala itu sosok Trump pun terlihat memenggal Patung Liberti, namun tidak dengan berdarah darah.

Rodrigues yang tiba di AS sebagai pengungsi politik dari Kuba pada 1980-an mengungkapkan argumentasinya kepada Washington Post.

Dia mengaku ingin menunjukkan perbandingan antara kelompok teroris yang menyebut diri Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Donald Trump. Dia menyebut keduanya sebagai ekstrimis.

Editor Der Spiegel Klaus Brinkbaumer menulis editorial bahwa Trump berupaya melakukan kudeta dari atas, dan ingin mendirikan demokrasi tidak liberal.

Gedung Putih sudah menuduh kelompok media liberal atas pelaporan palsu dan tak bertanggungjawab untuk mencemari reputasi Trump dan pemerintahannya.

Alexander Graf Lambsdorff, anggota Demokrat Bebas dan Wakil presiden Parlemen Eropa, mengatakan, sampul tersebut lebih menunjukkan posisi wartawan Der Spiegel daripada Trump.

"Sampul itu memainkan kehidupan korban teror dengan cara yang keji," kata dia kepada Bild.

Hubungan Jerman-AS menurun di bawah pemerintahan Presiden Trump yang sudah mengkritik kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Bulan lalu Trump mengatakan, kebijakan Merkel menerima banyak pengungsi di Jerman adalah sebuah kesalahan besar.

Penasihat dagang Trump juga baru-baru ini mengkritik Jerman karena mendapat keuntungan perdagangan dari mata uang Euro yang relatif rendah.

Beberapa majalah lain juga menggunakan sampul depan edisi terbaru mereka untuk berkomentar atas presiden AS dan kebijakan-kebijakannya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved