Timor Leste Cabut Kasus Siponase Lawan Australia Untuk Selesaikan Sengketa Maritim

Timor Leste telah mencabut kasus mata-mata terhadap Australia sebagai bagian dari negosiasi untuk menyelesaikan sengketa lama

Timor Leste Cabut Kasus Siponase Lawan Australia Untuk Selesaikan Sengketa Maritim
Australia Plus
Aksi spionase memberi Australia keuntungan yang tidak adil dalam negosiasi pendapatan tambang gas, senilai miliaran dollar. 

POS KUPANG.COM, SINGAPURA -- Timor Leste telah mencabut kasus mata-mata terhadap Australia sebagai bagian dari negosiasi untuk menyelesaikan sengketa lama atas batas maritim permanen di Laut Timor.

Setelah sepekan pembicaraan konsiliasi di Singapura, kedua negara mengumumkan, Timor Leste telah sepakat untuk mencabut kasus mata-mata sebagai bagian dari "itikad baik" negosiasi demi menyelesaikan sengketa atas batas-batas maritim.

Kedua negara juga mengatakan, mereka akan berkomitmen untuk menyelesaikan batas maritim permanen paling lambat September tahun ini, seperti dilaporkan ABC News, Rabu (25/1/2017).

Pembicaraan tersebut adalah hasil dari upaya Timor Leste untuk membawa Australia ke PBB, tahun lalu, demi konsiliasi wajib untuk menyelesaikan sengketa perbatasan.

"Pengumuman hari ini menunjukkan proses konsiliasi yang didukung PBB di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut yang membuahkan hasil," sebut Profesor Michael Leach dari Universitas Swinburne.

Kasus spionase - yang terkait dengan dugaan mata-mata Australia di luar negeri, ASIS - tersebut menimpa Timor Timur selama negosiasi perjanjian Pengaturan Batas Maritim Tertentu di Laut Timor (CMATS) 2016 yang mengatur pendapatan dari tambang gas `Greater Sunrise' di Laut Timor.

Timor Leste menduga, aksi spionase itu memberi Australia keuntungan yang tidak adil dalam negosiasi pendapatan, berpotensi senilai miliaran dolar.

Informasi kunci:

Kasus spionase dicabut sebagai bagian dari tujuan yang lebih luas untuk menyelesaikan sengketa batas maritim

Kasus tersebut terkait dengan dugaan spionase oleh Australia pada tahun 2006

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved