Mengapresiasi Kampung Bebas Judi

Kesepakatan ini melibatkan Pemerintah Desa, Pemerintah Dusun, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Muda.

Mengapresiasi Kampung Bebas Judi
Ilustrasi 

Oleh Maksimus Masan Kian
Warga Adonara, Tinggal di Kota Larantuka -Flotim

POS KUPANG.COM - Harian Pos Kupang dan Flores Pos pada hari yang sama Selasa, 10 Januari 2017, menurunkan berita tentang "Lewowerang Bebas Judi". Disebutkan dalam pemberitaan kedua media ini, Lewowerang sebuah dusun kecil di Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur di awal tahun 2017 yang lalu tepatnya pada hari Senin 2/1/17 membangun komitmen dan kesepakatan bersama untuk menjadikan kampung mereka sebagai "Kampung Bebas Judi".

Kesepakatan ini melibatkan Pemerintah Desa, Pemerintah Dusun, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Muda. Sebuah niat baik yang dibangun secara bersama untuk kepentingan bersama.

Mengeksekusi komitmen bersama ini, segenap warga turun ke lorong-lorong dalam dusun dan memasang papan yang bertuliskan, "Lewowerang Bebas Judi", "Anda Memasuki Kawasan Bebas Judi". Papan dengan tulisan-tulisan itu kita temui di setiap lorong dalam dusun, kantor, balai pertemuan dan di pohon-pohon dalam kampung.

Hemat penulis, langkah kecil yang diambil secara bersama oleh warga kampung Lewowerang ini tentu bukan sebagai sebuah langkah untuk mencari popularitas atau sekedar gagah-gagahan. Menurut Pasal 1 UU No.7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian menyatakan bahwa semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan. Mengingat masalah perjudian sudah menjadi penyakit akut masyarakat, maka perlu upaya yang sungguh-sungguh dan sistematis, tidak hanya dari pemerintah dan aparat penegak hukum saja, tetapi juga dari kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama dan bahu-membahu menanggulangi dan memberantas semua bentuk perjudian.

Dikatakan Kamilus Oron Tewa, Kepala Dusun Lewowerang, Desa Tuwagoetobi, seperti yang dirilis Pos Kupang, Selasa (10/1/17) hal.10, komitmen warga menjadikan Dusun Lewowerang Kampung Bebas Judi berangkat dari keresahan dan keluhan warga soal praktek perjudian yang marak terjadi di Dusun Lewowerang pada khususnya dan Desa Tuwagoetobi pada umumnya.

Bagi Kamilus Oron Tewa, praktik perjudian yang terjadi di Dusun Lewowerang telah menciptakan iklim kehidupan yang tidak mendidik bagi warga terutama anak-anak sekolah. Anak sekolah sangat terpengaruh, hidup di tengah lingkungan orang dewasa yang membudayakan praktik perjudian.

Semangat orang-orang kampung (baca: Warga Dusun Lewowerang) di awal tahun 2017 ini patut diapresiasi. Aksi yang dilakukan ini secara tidak langsung menjadi bagian dari upaya memutuskan mata rantai praktik perjudian untuk generasi berikutnya. Judi sesungguhnya bukan sebuah bentuk kreativitas atau eksplorasi minat bakat. Judi menjadi sebuah kebiasaan dewasa ini yang sekedar dianggap sebagai sebuah refreshing atau hiburan yang menyita waktu, tenaga, pikiran dan menimbulkan sekian dampak negatif yang tidak terelakan.

Sebut saja, keretakan rumah tangga akibat dari kalah judi yang korbannya pada penjualan rumah dan segala harta benda dalam keluarga, sebagian harus dijebloskan ke dalam penjara akibat tertangkap tangan oleh pihak berwajib saat sedang berjudi.

Hal yang mesti dilakukan dalam menjaga agar Kampung Lewowerang yang bebas judi" tetap terawat adalah: pertama, tetap kokoh pada komitmen awal. Keputusan dan kesepakatan bersama yang dibangun warga Lewowerang untuk menjadikan Dusun Lewowerang Bebas Judi tentu tidak sepenuhnya mendapat sambutan yang baik dari warga di dusun lain dalam desa atau desa-desa tetangga. Karena itu, komitmen yang telah dibangun harus terus dirawat. Kekuatan dari gerakan ini adalah, sejauh mana warga Lewowerang tetap menjaga komitmen secara bersama.

Kedua, terus melakukan sosialisasi. Semakin banyak orang tahu tentang "Lewowerang Bebas Judi" akan semakin baik dalam upaya membangun opini dan memberi pengaruh di lapisan masyarakat. Niat baik membangun kampung bebas judi ini harus terus disosialisasikan. Sosialisasi dapat disampaikan dalam pertemuan di tingkat desa atau kecamatan, juga dapat disalurkan melalui media cetak dan media sosial.

Ketiga, perlunya membuat Peraturan Desa (Perdes). Jika program "Lewowerang Bebas Judi" ini berjalan baik dan mendapat respons positif dari banyak kalangan, maka langkah berikut yang dapat diambil adalah membangun komunikasi dengan pemerintah desa untuk mempatenkan komitmen baik ini dalam satu kesepakatan bersama tingkat desa, yakni menghasilkan perdes yang mengatur tentang larangan segala jenis perjudian di desa.

Langkah-langkah preventif dalam menanggapi maraknya perjudian di tengah masyarakat saat ini memang perlu digencarkan. Tujuannya, menciptakan sebuah lingkungan sosial yang nyaman dan harmonis.*

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved