Anda Perlu Kenali Gejala Trikotilomania

Trikotilomania biasanya muncul sebelum atau saat memasuki masa remaja awal, umumnya antara usia 10-13 tahun.

Editor: Rosalina Woso
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM -- Pernahkah Anda mendengar trikotilomania? Trikotilomania adalah gangguan mental yang membuat seseorang memiliki dorongan tak tertahankan untuk menarik atau mencabut rambut dari kulit kepala, alis, bahkan bulu mata.

Seperti dikutip dari Mayo Clinic, penyebab trikotilomania belum diketahui pasti. Faktor genetik dan lingkungan diduga berperan sebagai penyebab trikotilomania.

"Trikotilomania biasanya muncul sebelum atau saat memasuki masa remaja awal, umumnya antara usia 10-13 tahun. Gangguan ini biasanya akan menjadi masalah seumur hidup," tulis Mayo Clinic.

Adapun tanda atau gejala trikotilomania antara lain:

1. Berulang kali berusaha mencabut rambut sendiri. Umumnya mencabut rambut di kepala, alis, dan bulu mata.

2. Sebelum berhasil mencabut rambut, biasanya orang dengan trikotilomania akan merasa tegang. Sebaliknya, akan merasa senang dan lega ketika berhasil mencabut rambut.

3. Rambut rontok, ada daerah yang menipis hingga botak di kepala. Bulu mata juga mungkin terlihat jarang dan alis menipis.

4. Suka mengigit atau memakan rambut yang dicabut.

5. Adakalanya ingin berhenti mencabut rambut, tetapi sering tidak berhasil.

6. Mengalami masalah di tempaat kerja, sekolah, atau dalam situasi sosial apapun.

7. Beberapa orang dengan trikotilomania juga suka menggigit kuku dan bibir.

8. Tak hanya suka mencabut rambut sendiri, terkadang juga rambut orang lain, atau bahkan bulu binatang dan boneka.

Kebanyakan orang dengan trikotilomania menarik rambutnya sendiri dan umumnya mencoba untuk menyembunyikan gangguannya dari orang lain.

Beberapa orang tak sadar sedang mencabut rambutnya, seperti saat bosan, membaca, atau menonton TV.

Contoh nyata seseorang yang mengalami trikotilomania, yaitu Putri Carolina Utara 2013, Josie Sanctis. Ia mengaku mulai mengalami trikotilomania pada usia 9 tahun.

Beranjak dewasa, Josie mulai terbuka dengan penyakitnya. Ia pun mendapat penghargaan karena telah meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dengan adanya gangguan trikotilomania.(Kompas.Com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved