Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026

Jika terjadi "hunting", Itu Gangguan Kelistrikan yang Membahayakan

Kerja sistem proteksi dijaringan ibarat fungsi MCB yang terpasang pada kWh meter di rumah pelanggan," tuturnya.

Tayang:
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Marsel Ali

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG--Jika terjadi frekuensi "hunting"sistem kelistrikan membacanya sebagai gangguan yang membahayakan, sehingga sistem proteksi berfungsi untuk mengamankan jaringan transmisi & distribusi.

Kerja sistem proteksi dijaringan ibarat fungsi MCB yang terpasang pada kWh meter di rumah pelanggan," tuturnya.

Melihat Kondisi "hunting" ini, Kata GM PLN NTT, Richard Safkaur, lazim terjadi dalam proses koneksi paralel beberapa pembangkit menjadi sistem. Apalagi bila ada tambahan pembangkit baru paralel dengan jaringan eksisting yang masih butuh penyesuaian untuk memantapkan sistem.

Proses ini membutuhkan waktu yang cukup untuk mendapat kesesuaian setelah frekuensi pas pada proses sinkron antara pembangkit di Vessel dan pembangkit lain yang sudah pada Sistem Kelistrikan Kupang. Proses menemukan settingan yang pas itu meliputi frekuensi, karakter mesin, pola beban yang sedang dalam proses adaptasi sejak Vessel COD pada Jumat, 31 Desember 2016.

Ia mengatakan, penyebab kejadian padam beberapa hari terakhir ini berbeda-beda. Mulai dari terjadi pergeseran frekuensi antara Vessel dan Sistem Kupang dan penyesuaian karakter mesin.

Pemicu terjadi pergeseran frekuensi bisa terjadi karena adanya gangguan pada jaringan oleh alam, baik pohon, binatang atau ada benda asing menyentuh jaringan listrik.

"Masalahn lainnya masih berlangsung penyesuaian pola operasi, pola/karakteristik pembebanan, dan karakter pembangkit. Untuk kedepan proses evaluasi tetap berjalan, kelemahan/kekurangan terus diperbaiki agar tidak terulang kembali," katanya.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved