Kepala Bandara Aroeboesman Ende Khawatir Saat Hujan
Sebab, lanjut Fuadani, jika bandara sudah digenangi air, lumpur dan serakan sampah, maka pesawat terbang
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, ENDE --Kepala Bandar Udara (Bandara) Haji Hasan Aroeboesman Ende, Fuadani mengaku khawatir saat musim hujan. Pasalnya, saat hujan lebat turun, air, lumpur dan sampah menggenangi area bandara tersebut.
"Jangankan hujan lebat, mendung saja seperti saat ini perasaan saya sudah was-was. Takutnya banjir kembali masuk ke Bandara Ende sebagaimana yang terjadi beberapa saat lalu," kata Fuadani, ketika dihubungi Pos Kupang di Ende, Kamis (22/12/2016).
Sebab, lanjut Fuadani, jika bandara sudah digenangi air, lumpur dan serakan sampah, maka pesawat terbang tidak bisa mendarat di landasan pacu bandara tersebut. Demikian juga jika ada pesawat yang sedang berada di bandara tidak bisa take off atau terbang.
Fuadani mengatakan, dirinya merasa was-was karena apabila air hujan masuk ke Bandara Aroeboesman Ende dan membawa berbagai material ke landasan pacu pesawat, bisa membuat lumpuh bandara selama beberapa jam. Sebab, lumpur yang tebal dan genangan air menyebabkan landasan pacu tidak bisa didarati pesawat.
Fuadani yang menjadi Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende sejak Februari 2016 mengatakan, 'banjir' lumpur menggenangi bandara tersebut sudah tiga kali.
Pertama pada Mei, lalu Oktober dan Desember 2016 ini. 'Banjir' lumpur ini terjadi apabila insentitas hujan cukup tinggi.
Menghadapi kondisi tersebut, demikian Fuadani, pihaknya memberdayakan semua karyawan untuk membersihkan lumpur dan sampah di bandara. Kalau lumpur cukup tebal, Fuadani meminta bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende untuk mengerahkan alat berat membersihkan lumpur di bandara.
Selain lumpur, jelas Fuadani, saat hujan lebat materail berupa kayu, batang pisang, kaleng bekas minuman masuk ke landasan pacu Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende.
Menurut dia, Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende sering kemasukan air, lumpur dan material lainnya karena bandara berada di tempat rendah. Akibatnya, air hujan dan lumpur serta sampah. Apalagi, lanjutnya, di sekitar bandara terdapat permukiman warga dan kantor pemerintah.
Fuadani mengatakan, saat ini Bandara Aroeboesman Ende dikepung dari tiga drainase yang mengarah langsung ke bandara, yakni dari arah Simpang Lima dan sisi barat serta sisi utara.
Posisi drainase yang langsung mengarah ke bandara, demikian Fuadani, maka tidak heran air mudah menerobos masuk ke bandara hingga menggenangi landasan pacu pesawat di bandara itu.
Menyikapi kondisi tersebut, kata Fuadani, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Ende agar kondisi bandara tidak semakin parah akibat air yang masuk ke bandara.
Selain itu, demikian Fuadani, untuk jangka panjang, ia mengharapkan agar Pemkab Ende memindahkan drainase yang saat ini langsung ke Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende, diarahkan ke laut. Dengan demikian, ketika musim hujan air hujan tidak langsung masuk ke bandara.
Fuadani berharap agar usulannya bisa direspons oleh Pemkab Ende selaku pemilik lahan. Apabila drainase tidak dialihkan, lanjutnya, maka air dan sampah masuk ke bandara akan terus terulang, terutama saat musim hujan. (rom)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/landasan-pesawat-bandara-ende-digenangi-lumpur_20161218_170406.jpg)