Natal dan Tahun Baru

Polresta Tangerang Melibatkan Aktivis Ormas Pemuda Untuk Mengamankan Natal

Asep mengatakan di wilayah hukum Polresta Tangerang terdapat sebanyak 21 gereja yang tersebar pada

Polresta Tangerang Melibatkan Aktivis Ormas Pemuda Untuk Mengamankan Natal
Reuters
Ilustrasi

POS KUPANG.COM, TANGERANG - Aparat Polresta Tangerang, Banten melibatkan ormas kepemudaan dalam pengamanan perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, sebagai upaya menciptakan situasi serta kondisi yang nyaman dan aman.

"Ormas tersebut antara lain KNPI, Forum Pemuda Lintas Agama, GP Ansor serta beberapa ormas lainnya," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Asep Edi Suheri di Tangerang, Kamis.

Asep mengatakan di wilayah hukum Polresta Tangerang terdapat sebanyak 21 gereja yang tersebar pada sepuluh kecamatan, masing-masing pengelola tempat ibadah itu telah melakukan koordinasi pengamanan dengan aparat Polsek setempat.

Dia mengharapkan para ormas tersebut dapat menjaga keamanan agar para jemaat merasa nyaman dalam melakukan berbagai perayaan untuk memperingati Natal dan Tahun Baru.

Pihaknya mengimbau agar warga tidak terprovokasi dengan adanya isu yang bernada menghasut menyangkut suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Dia menambahkan isu SARA biasanya dihembuskan pihak yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan menghasut pihak tertentu agar terjadi kerusuhan.

Hal itu untuk menjaga agar tercipta kerukunan umat antaragama yang selama ini telah dijalin dengan cara saling menghormati ketika menjalankan ibadah.

Untuk pengamanan petugas, maka disekitar gereja didirikan Posko dan penjagaan oleh aparat Polresta Tangerang dan Polsek setempat.

Menurut dia bahwa pada Posko pengamanan itu juga ada anggota ormas kepemudaan dan unsur warga lainnya.

Asep mengatakan pengamanan Natal dan Tahun Baru bertajuk Operasi Lilin Kalimaya juga melibatkan seluruh Polres dan Polsek pada jajaran Polda Banten.

Sementara itu, aparat Polresta Tangerang melakukan sosialisasi pada siswa SMK Citra Nusantara di Kecamatan Panongan menolak paham radikalisme dan kekerasan.

Para siswa dengan antusias mengikuti sosialisasi tersebut karena ada simulasi antikekerasan dan visual dampak kerusuhan berbau SARA.

Editor: Putra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved