Jalan Masuk PLBN Motaain Kebanjiran, Begini Jawaban Petugas Waskita Karya

Hujan deras mengguyur wilayah Desa Silawan, kecamatan Tasifeto Timur (Tastim), Kabupaten Belu dan sekitarnya pada Selasa (13/12/2026) menyebabkan wila

Jalan Masuk PLBN Motaain Kebanjiran, Begini Jawaban Petugas Waskita Karya
POS KUPANG/EDY BAU
Satu unit eskavator sedang mengeruk tanah guna mengurangi genangan air di jalan masuk menuju PLBN Motaain yang digenangi air akibat guyuran hujan pada Selasa (13/12/2016) sore. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBU -- Hujan deras mengguyur wilayah Desa Silawan, kecamatan Tasifeto Timur (Tastim), Kabupaten Belu dan sekitarnya pada Selasa (13/12/2026) menyebabkan wilayah desa itu mengalami kebanjiran tak terkecuali jalan masuk menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

Terhadap hal ini, Petugas Waskita Karya, Anas yang ditemui Pos Kupang saat memantau genangan air di jalan masuk PLBN Motaain mengatakan, untuk proyek pengerjaan PLBN Motaain, tidak ada alokasi anggaran untuk membuat deuker atau mengeruk jalan air.  Yang dilakukan saat itu, lanjutnya, hanya upaya untuk membantu warga agar rumahnya tidak digenangi air.

"Tidak ada dalam program kita. Ini hanya antisipasi untuk bantu warga. Kalau tunggu program dari PU kapan? kelamaan," jawabnya.

Anas yang bertugas sebagai pelaksana pada unit SPAM, jaringan air minum PT. Waskita karya ini berharap dengan kejadian air menggenangi badan jalan masuk, bisa menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.

Inilah badan jalan masuk ke PLBN
Inilah badan jalan masuk ke PLBN Motaain yang digenangi air, Selasa (13/12/2016) sore.

Untuk diketahui, PLBN Motaain ini rencananya diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada Senin (12/12/2016) justru digenangi air di sepanjang jalan masuknya. Meski tak terlalu mengganggu arus lalulintas, meluapnya air di jalan masuk menuju PLBN yang terbilang mewah ini menjadi pemandangan langka bagi warga setempat.

Pantauan Pos Kupang, Selasa (13/12/2016) sore sekitar pukul 16.30 wita, persis di ujung jalan masuk PLBN dari arah Desa Silawan berkumpul puluhan warga setempat.

Mereka menyaksikan air yang menggenangi hampir seluruh badan jalan dua jalur tersebut. Tinggi air yang menggenani badan jalan ini sekitar 20-30 centi meter. Melihat air yang tak kunjung petugas dari PT. Waskita Karya mengerahkan satu unit eskavator untuk mengeruk tanah agar mengalirkan air keluar dari badan jalan.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved