Mantan Petinju Indonesia Chris John Turun Gunung

Nyaris satu dekade sabuk juara kelas bulu WBA melingkar di pinggangnya. Derrick Gainer berusaha merebut sabuk tersebut pada 2005, namun kandas.

Mantan Petinju Indonesia Chris John Turun Gunung
ISTIMEWA
Chris John berpose dengan sejumlah petinju yang berpartisipasi dalam Indonesian Boxing Championship (IBC). 

POS KUPANG.COM--Segala sesuatu ada masanya. Pernah berjaya di atas ring tinju, kini Chris John tengah menikmati masa-masa pensiun dari dunia yang pernah membesarkan namanya.

Saat masih aktif sebagai petinju, pria kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, itu bertubuh liat dengan otot-otot yang kekar. Lebih dari penampilan fisik, namanya pun dikenal luas baik di dalam maupun di mancanegara seiring prestasinya yang luar biasa.

Lima tahun sejak debut di ring tinju profesional pada 1998, pria kelahiran 14 September 37 tahun silam itu mulai mencuri perhatian dunia setelah menyandang gelar juara dunia kelas bulu, sementara versi World Boxing Asociation (WBA) usai menang angka tipis (split decision) atas petinju Kolombia, Oscar Leon.

Tak lama kemudian Chris resmi berstatus juara definitif, lantaran juara bertahan Derrick Gainer asal Amerika Serikat kalah angka dari petinju Meksiko Juan Manuel Marquez. Status yang diperoleh secara cuma-cuma itu akhirnya benar-benar dibuktikan dengan menumbangkan petinju Jepang Osamu Sato di Tokyo pada 4 Juni 2004.

Nyaris satu dekade sabuk juara kelas bulu WBA melingkar di pinggangnya. Derrick Gainer berusaha merebut sabuk tersebut pada 2005, namun kandas.

Demikian juga Jose Cheo Rojas dari Venezuela, Renan Acosta dari Panama, Tommy Browne asal Australia hingga mantan penguasa kelas bulu WBA dan IBF yang memiliki ketajaman pukulan Juan Manuel Marquez asal Meksiko, tak juga mampu menumbangkan pria berjuluk "The Dragon" itu.

Gelar Super Champions pun disematkan kepadanya setelah mempertahankan gelar juara berkali-kali, hingga sebelum Simpiwe Vetyeka mengalahkannya di Perth, Australia, pada 2013. Andai saja saat itu petinju yang memiliki gaya ortodoks itu mampu meladeni Simpiwe, maka gelar WBA dan IBO akan menjadi miliknya.

Namun, usia jelas menampakkan jejaknya pada fisik Chris yang terlihat mengendur. Saat itu usianya sudah 34 tahun.

Setelah pensiun, nama Chris terus diingat sebagai salah satu pemegang sabuk juara dunia kelas bulu terlama. Ia pun mengisi daftar pendek petinju Indonesia yang pernah menjadi juara dunia setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito Lagola.

Kini, semua itu berubah. Saat ini, selain tubuhnya terlihat gemuk, penglihatan Chris sudah pun dibantu dengan kaca mata.

Halaman
123
Editor: Hyeron Modo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved