Guru Tak Sekadar Bisa Mengajar
Lomba paduan suara memeriahkan HUT ke-71 PGRI sekaligus peringatan Hari Guru Nasional ke-22 digelar di aula SMK Negeri 1 Kupang, Jumat (18/11/2016).
Tujuan lomba untuk membangkitkan kesadaran kolektif guru meningkatkan pengetahuan dan kebersamaan yang kuat demi mendidik anak-anak bangsa.
POS KUPANG.COM -- Lomba paduan suara memeriahkan HUT ke-71 PGRI sekaligus peringatan Hari Guru Nasional ke-22 digelar di aula SMK Negeri 1 Kupang, Jumat (18/11/2016). Aula tersebut dipadati para guru dan siswa dari berbagai sekolah.
Setiap grup paduan suara berusaha menampilkan yang terbaik. Bukan cuma dari segi keindahan vokal saat bernyanyi tetapi busana yang dikenakan.
Tiap grup paduan suara tampil dengan busana seragamnya, sehingga para guru yang tampil menjadi lebih cantik dan ganteng dari biasanya. Ada tiga lagu yang dinyanyikan tiap peserta paduan suara. Diawali dengan lagu mars PGRI, dilanjutkan dengan Himne PGRI dan sebuah lagu bebas yang dipilih dari lagu daerah NTT.
Lagu yang dibawakan diaransemen sendiri agar menjadi lebih menarik dan lebih asyik didengar serta diharapkan memikat hati para juri. Salah satu kelompok paduan suara yang juga tampil tak kalah memukaunya adalah Paduan Suara Guru SMA Kecamatan Maulafa.
Paduan suara ini dipimpin Veronica Wahon sebagai dirigen. Kelompok paduan suara guru SMA Kecamatan Maulafa tampil dengan busana pakaian adat Timor dengan warna busana serba merah.
Sebelum tampil, kelompok paduan suara ini melakukan persiapan dan mematangkan kembali suara mereka dengan bernyanyi di luar ruangan lomba. Tujuannya agar kesalahan saat bernyanyi bisa diminimalisir. Veronica Wahon mengatakan, mereka mengenakan pakaian adat Timor karena lagu pilihan mereka Nina Noi dari Timor.
Sedangkan pemilihan warna busana pakaian adat Timor yang serba merah menunjukkan kelompok paduan suara itu benar-benar siap untuk tampil dan menang.
"Kami membawakan tiga lagu, yakni mars PGRI, Himne PGRI dan lagu pilihan berjudul Nina Noi dengan penuh percaya diri. Kami siap menampilkan yang terbaik agar bisa juara," kata Veronica dibenarkan rekan-rekannya. Belum selesai menjawab pertanyaan wartawan soal persiapan kelompok paduan suara tersebut, terdengar panggilan pembawa acara agar Paduan Suara Guru SMA Kecamatan Maulafa segera tampil.
Paduan suara yang terdiri dari 23 personel ini merupakan gabungan dari perwakilan guru SMA Negeri 6, SMA Negeri 7, SMA Negeri 10 dan SMA Negeri 11 Kupang. Tepuk tangan meriah pun mewarnai penampilan kelompok paduan suara ini. Namun keputusan menang tetap di tangan dewan juri.
Ketua PGRI Kota Kupang, Filmon J Lulupoy yang ditemui di sela lomba mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT ke-71 PGRI sekaligus peringatan Hari Guru Nasional ke-22, PGRI Kota Kupang menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya lomba paduan suara para guru mulai dari guru SD, guru SMP hingga guru SMA/SMK.
Kegiatan lainnya karnaval, ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) dan taman makam guru, talk show di TVRI NTT serta acara puncak berupa syukuran bersama di GOR Oepoi pada Jumat (25/11/2016). Karnaval digelar Sabtu (19/11/2016) dengan titik start di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jl. El Tari Kupang.
Tujuan kegiatan, kata Lulupoy, untuk membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan pengetahuan dan kebersamaan yang kuat demi mendidik anak-anak bangsa.
Kepala SMPN 16 Kupang, Beni Mauko selaku ketua panitia kegiatan HUT PGRI ke-71 dan hari guru nasional ke-22 Kota Kupang, menambahkan, peserta lomba dibagi dalam tiga kategori yakni guru SD, guru SMP dan guru SMA.
Selain itu, karena jumlah sekolah cukup banyak di Kota Kupang, maka keikutsertaannya dibagi per kecamatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/paduan-suara-guru-smp-maulafa_20161120_163211.jpg)