Minggu, 12 April 2026

PM Jepang Terbang ke New York untuk Bertemu Donald Trump

"Saya merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan presiden terpilih Donald Trump lebih dulu dibanding para pemimpin yang lain," ujar Abe.

Editor: Hyeron Modo

POS KUPANG.COM, TOKYO --Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Kamis (17/11/2016), bertolak ke New York, AS untuk menggelar pembicaraan dengan presiden terpilih AS Donald Trump.

Abe adalah pemimpin pertama di dunia yang bertemu dengan Trump, yang semasa kampanye melontarkan berbagai pernyataan yang dikhawairkan mengubah politik luar negeri AS.

Menurut rencana, Trump akan menerima Abe di Trump Tower, New York, Kamis malam waktu setempat, dalam sebuah pertemuan yang akan diperhatikan dengan sangat seksama.

"Saya merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan presiden terpilih Donald Trump lebih dulu dibanding para pemimpin yang lain," ujar Abe.

"Saya dan Trump akan membicarakan mimpi kami tentang masa depan," lanjut Abe.

Di masa kampanye, Trump pernah mengatakan, AS lebih baik menjauhi negara Asia yang memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini membuat perjanjian keamanan AS dengan Jepang dan Korea Selatan dipertanyakan.

Trump juga pernah menyampaikan rencana untuk menarik mundur pasukan AS di Jepang dan Korea Selatan, kecuali kedua negara itu lebih banyak memberikan kontribusi biaya.

Trump terlihat santai saat menyampaikan rencana itu meskipun hal tersebut akan disambut China yang memiliki ambisi untuk menguasai Asia.

"Aliansi Jepang-AS merupakan pusat dari diplomasi dan keamanan Jepang. Aliansi akan berlangsung hanya jika ada kepercayaan," tambah Abe.

"Saya ingin membangun rasa saling percaya dengan Trump dan bekerja sama untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia," lanjut dia.

Puluhan pemimpin dunia termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping sudah berbicara lewat telepon dengan Trump usai kemenangannya yang mengejutkan dalam pemilihan presiden AS.

Berbagai peryataan Trump di masa kampanye memang membuat resah para sekutu AS. Begitu terbukanya Trump memuji Putin membuat NATO dan Eropa khawatir.

Trump juga pernah mengatakan akan menghentikan perjanjian perdagangan bebas Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), yang diusung PM Abe dan Presiden Barack Obama.

12 negara yang tergabung dalam TPP merupakan komponen kunci kebijakan Obama yang berpaling ke Asia untuk mengimbangi pengaruh ekonomi China yang terus berkembang.*

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved