Reuni SDK Putra Putri dan Don Bosko

Alumni Bangun Nilai Edukasi Lewat Permainan Tempoe Doloe.

Lewat permainan tempoe doeloe ada unsur edukasi yang sangat tinggi, ada pesan moral atas kehadiran para alumni sebagai rasa syukur kepada para pendidi

Alumni Bangun Nilai Edukasi Lewat Permainan Tempoe Doloe.
Istimewa
Suasana jalan santai alumni SDK Putra - Putri dan SDK Don Bosko saat melewati lintasan Jalan A Yani, Kota Kupang,Jumat (28/10/2016) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Alumni SDK Putra-Putri & Don Bosko Kupang, jumat (28/10/2016) menyelenggarakan reuni pertama dan terunik antar generasi, mulai dari lulusan angkatan 1970-an hingga 2000-an.

Ini menjadi reuni terunik karena melibatkan hampir 1000 teridiri dari alumni, para siswa, mantan guru, orang tua murid dan guru. Yang menarik reuni dimulai dengan jalan santai yang diawali oleh Marching Band SDK Don Bosko menyusul rombongan siswa/i SD Don Bosko & SMP Giovani, orang tua murid, pensiunan guru, alumni dan Marching Band, melintasi jalan Ahmad Yani menuju Strat A

Alumni kemudian melintasi Oeba dan Tode, Jalan Gunung Mutis dan berakhir di Sekolah. Setibanya di halaman sekolah peserta jalan santai disambut tarian ja'i dan tebe-tebe oleh para siswa dan Ketua Yayasan Swastisari Romo Rudi Tjung,Pr. Ini luar biasa dan unik karena reuni diprakarsai oleh para alumni dan pertama kali dilakukan di Kota Kupang karena melibatkan anak-anak ujar Romo Rudi Tjung,Pr.

Gabriel Lewar guru SDK Don Bosko I yang telah mengajar sejak 1997 tak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Saya terharu ketika alumni menampilkan permainan tempoe doloe seperti : gala asin, lompat tali merdeka, sikidoka dll. Masih menurut Gabriel Lewar, saya lihat anak laki-laki saja begitu antusias bermain tali merdeka bahkan ketika permainan ini dimainkan bukan saja anak-anak SDK Don Bosko saja, anak-anak SMP Giovanipun ikut nimbrung sehingga suasana menjadi penuh keakraban.

Tidak ada jarak antar siswa dan alumni, sambung Gabriel dengan penuh haru. Raga saya di Bogor tapi hati saya di Kupang ujar John Oematan salah satu alumni yang berhalangan hadir. Kami menyesal tidak bisa hadir mudah-mudahan reuni akbar tahun 2018 bisa ikutan kata Gini Pelo, Ang Kiong Ping, Denni Antonius, Chili, Chris Salean dan beberapa Alumni lewat grup Whatssapp.

Reuni ini disamping unik dari sisi penyelenggara, contents, maupun peserta hari ini merupakan salah satu hari bersejarah Bangsa Indonesia 88 tahun Pemuda Indonesia bersumpah bertanah air, berbangsa dan berbahasa yang satu Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda membakar jiwa para siswa dan alumni bermain sikidoko, gala asin, lompat tali dll. Reuni ini sangat berkesan ujar Kundus Bano alumni yang menetap di Bali putra Bapak Piet Bano salah satu guru legendaris SDK Putra 1.

"Misi dari reuni ini tersampaikan dengan jelas. Lewat permainan tempoe doeloe ada unsur edukasi yang sangat tinggi, ada pesan moral atas kehadiran para alumni sebagai rasa syukur kepada para pendidiknya dan yang lebih penting dengan reuni ini kami akan lebih mengetahui nilai historis sekolah ini sejak berdiri tahun 1956" ujar Kundus. Informasinya besok mantan Kepala Sekolah Bapak Frans Nuka akan memaparkan tentang historis SDK Putra/i dan kapan sekolah ini berganti nama menjadi SDK Don Bosko , sambung Marlyn Meiners Sekretaris Panitia..

Ernny Angrek memberikan catatan ringan yang menjadi pekerjaan rumah Yayasan Swastisari dan mungkin juga Ikatan Alumni yang akan dibentuk. Akreditas B yang disandang SDK Don Bosko sangat bertolak belakang dengan mutu pendidikan yang ditoreh lembaga ini.

Dari SDK Don Bosko 1 sampai 4, baru SDK Don Bosko 2 dahulu SDK Putri 2 yang sudah menyandang predikat akreditas B+, pada hal SDK Don Bosko setiap tahun menggodol juara lomba olimpiade MIPA di tingkat propinsi. Untuk mencapai akreditas A dibutuhkan tunjangan sarana dan prasarana yang memadai. Buku dan alat laboratorium ada, persoalannya tempat yang tidak ada sehingga barang-barang dan buku-buku ditumpuk atau dalam bahasa kupang sese sa disitu, sambung Ernny Anggrek alumni yang juga pimpinan salah satu partai politik di Kabupaten Alor.

Ada bebrapa kelas yang sudah harus dipecah jadi 2 tapi lagi-lagi tempat menjadi kendala. Ini tugas kita Alumni dan Yayasan, jangan sampai ruangan perpustakaan beralih fungsi menjadi ruang guru, kami lihat di belakang Don Bosko 1 masih ada space yang dapat dibangun menjadi beberapa ruang untuk perpustakaan dan laboratorium, timpal Sondang Samosir alumni yang juga Notaris PPAT di Jakarta. (Frans Watu-Humas)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved