Jumat, 10 April 2026

Ini Berita Kemarin yang Patut Anda Simak, dari Kunjungan Jokowi dan Go-Jek yang Ditinggal

Presiden Joko Widodo sudah empat kali mengunjungi Papua. Namun kunjungan-kunjungan tersebut dinilai sia-sia

Editor: Rosalina Woso
Ihsanuddin
Presiden Jokowi disambut tarian papua setibanya di Gardu Induk PLN Weina, Jayapura, Senin (17/10/2016). 

POS KUPANG.COM, PALMERAH -- Presiden Joko Widodo sudah empat kali mengunjungi Papua. Namun kunjungan-kunjungan tersebut dinilai sia-sia karena tidak membawa perubahan signifikan.

Kritik terhadap kunjungan Jokowi dan tanggapan istana itu menjadi salah satu berita yang menonjol pada hari Selasa (18/10/2016).

Berita yang menarik lainnya yakni nasib Go-Jek setelah ditinggalkan salah satu pendirinya yakni Michaelangelo Moran atau yang akrab dipanggil Mikey Moran .

Hal lain yang patut disimak adalah tawaran pengacara Hotman Paris Hutapea yang rela menghadiahkan mobil Lamborghini jika ada yang dapat membujuk saksi ahli kasus kematian Wayan Mirna Salihin mencabut pernyataannya.

Berita selanjutnya adalah soal perobohan gedung Panin di Bintaro yang tak kunjung selesai, serta wajah lain Planet Mars yang selama ini belum pernah dilihat.

Berikut 5 berita kemarin yang sebaiknya Anda simak:

1. Kunjungan Jokowi ke Papua Sia-Sia?

Ihsanuddin Presiden Jokowi disambut masyarakat adat yang menggunakan koteka saat tiba di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, Selasa (18/10/2016).

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menilai, kehadiran Jokowi sebanyak empat kali di Tanah Papua selama dua tahun masa kepemimpinannya merupakan hal yang sia-sia.

Menurut dia, kunjungan tersebut tidak membawa dampak apapun bagi warga Papua.

"Semua kunjungan Presiden Jokowi terkesan tidak memberi manfaat, dan hasilnya sampai sejauh ini belum pernah ada kebijakan yang dirasakan secara langsung oleh rakyat Papua," kata Natalius, dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/10/2016).

Presiden Jokowi, kata dia, justru menjadi sumber masalah di Papua karena dianggap tidak memiliki kompetensi sosial untuk membangun kepercayaan, juga kompetensi manajemen pertahanan dan keamanan.

Akibatnya, berbagai pelanggaran HAM masih kerap terjadi di Papua.

Masalah lain dari kehadiran Jokowi, tambah dia, adalah menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Papua hingga mencapai miliaran rupiah.

Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved