Lipsus Obat di RSUD Yohannes Kupang

DPRD Kaget Obat di RSU Habis

Anggota Komisi V DPRD NTT, Maximilianus Adipati Pari, S.H mengaku kaget mendengar kabar stok obat di RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang habis.

DPRD Kaget Obat di RSU Habis
POS KUPANG/NOVEMY LEO
ANTRI - Sejumlah pasien dan keluarga pasien mengantri obat di Apotik Rumah Sakit Umum Daerah (RRSUD) Prof. Dr. WZ Yohannes Kupang, Senin (3/10/2016) siang. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota Komisi V DPRD NTT, Maximilianus Adipati Pari, S.H mengaku kaget mendengar kabar stok obat di RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang habis.

Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT selalu mengalokasikan anggaran yang cukup termasuk pengadaan obat-obatan.

Adipati Pari menyampaikan hal ini ketika ditemui Pos Kupang di ruang rapat Komisi V DPRD NTT, Kamis (6/10/2016). Adipati Pari menjelaskan, dalam rapat dengar pendapat Komisi V DPRD NTT dengan manajemen RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, ia menanyakan kepada direktur soal stok obat-obatan dan alat kesehatan (alkes).

"Saya pernah pertanyakan itu secara komprehensif karena rumah sakit ini adalah tempat pelayanan publik yang paling esensial. Bayangkan kalau orang sakit tidak dapat obat. Karena itu, saya membaca berita Pos Kupang (6/10/2016) pagi, saya kaget dan heran kondisi itu (obat habis)," kata Adipati Pari.

Ia menjelaskan, anggaran untuk rumah sakit pada tahun 2015 sebesar Rp 1 miliar dan tahun 2016 ini anggaran meningkat jadi Rp 2 miliar. Sementara badan layanan umum daerah (BLUD) mencapai Rp 7 miliar.

"BLUD itu anggaran dari pengelolaan rumah sakit. Sangat disayangkan kalau obat di rumah sakit habis. Kebutuhan obat ini perlu diperhatikan manajemen rumah sakit," tandas Adipati Pari.

Anggota DPRD dari Partai Golkar ini mengaku BLUD memang sempat dibahas di DPRD NTT. Sedangkan anggaran BLUD yang dipotong dari usulan Rp 14 miliar menjadi Rp 7 miliar itu, kata Adipati Pari, bukan pemotongan, tetapi ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi sehingga anggarannya diambil dari BLUD.

Ia menyatakan, semangat pemerintah meningkatkan pelayanan di rumah sakit ini harus terus digalakkan. "Obat ini ditujukan langsung kepada pasien, karena itu tidak perlu kurang. Sama halnya dengan alkes," ujarnya. (yel)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved