Beginilah Kronologi Hingga Tiga Nelayan Sinjai Hilang di Lautan Flores
Tiga korban yang hilang mencari penyelamatan dengan membuat kapal rakitan, berlayar ke daratan terdekat.
Penulis: Felix Janggu | Editor: Gerardus Manyela
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Feliks Janggu
POS KUPANG.COM, LARANTUKA - Kepala Seksi Operasi SAR Kupang Supriyanyo Ridwan memimpin pencarian tiga nelayan Sinjai di perairan Flores di Tanjung Bunga, Flores Timur.
Tiga hari pencarian sejak Senin (3/10/2016), belum membuahkan hasil. Pencarian dilakukan bersama dengan tiga awak kapal teman korban yang selamat.
Diperoleh kisah dari Herry, kapten kapal KML Idhil Pratama yang selamat mengungkapkan kapal yang mereka tumpangi bermasalah sejak Selasa hingga Sabtu (1/10/2016) di tengah perairan.
Tiga korban yang hilang mencari penyelamatan dengan membuat kapal rakitan, berlayar ke daratan terdekat yang diperkirakan daratan Flores di Timur Tanjung Bunga Flores Timur.
"Jauhnya sekitar 30-an mill atau sekitar 60-an kilometer mereka melihat daratan. Ketiga korban berlayar menuju daratan," kata Supriyanto.
Herry sebagai kapten kapal melarangnya. Herry menyarankan tetap bertahan di atas kapal. Tetapi ketiganya tetap bersih keras meninggalkan kapal mencari pertolongan.
"Dengan mesin mati begitu, mereka berpikir bagaimana bisa cepat sampai di daratan? Makanya mereka buat kapal rakitan itu," kata Supriyanto.
Tiga teman korban yang tetap bertahan di atas kapal selamat tiba di wilayah Lewotolok, Kabupaten Lembata.
Tim SAR Kupang mendapatkan informasi dari SAR Makassar Sulawesi Selatan. Laporan dilakukan istri korban karena tidak ada kabar dari suaminya, salah satu korban yang hilang.
"Seharusnya mereka tiba di Lembata Jumat (30/10/2016). Istrinya melapor ke SAR di sana dan komunikasi ke SAR NTT di Kupang.
Supriyanto mengatakan, baru mendapatkan kabar dari tiga korban yang selamat pada Senin (3/10/2016).
"Kita pikir kemarin mendapat kabar mereka sudah tiba di Lembata semuanya selamat. Ternyata tiga yang hilang. Kita akan cari sampai Jumat (7/10/2016)," kata Supriyadi.