Sampah Jadi Ancaman di Labuan Bajo
Sebagai jalur wisata, Bali-Gili Trawangan (NTB) dan Komodo (Mabar), wilayah Labuan Bajo kini menjadi tujuan wisata baru dunia.
PERLAHAN tapi pasti, Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) terus berkembang menjadi kota pariwisata yang modern. Lihat saja tingkat kunjungan yang terus meningkat. Hunian hotel yang makin padat dan juga pembangunan sarana wisata yang terus bertambah.
Sebagai jalur wisata, Bali-Gili Trawangan (NTB) dan Komodo (Mabar), wilayah Labuan Bajo kini menjadi tujuan wisata baru dunia. Tak hanya komodo, alam bawah laut dan wisata alam menjadi daya tarik yang menggoda wisatawan.
Kini, setelah jadi tujuan dunia, persoalan baru mulai mencuat. Sampah dan narkoba jadi ancaman. Menjual keindahan pantai sebagai tujuan wisata, kebersihan menjadi perhatian yang tak boleh diabaikan. Pantai bersih, membuat orang akan senang dan mau berlama-lama. Pantai tercemar, bisa ikut mempengaruhi kehidupan biota laut.
Kondisi ini harus segera disadari sebagai sebuah ancaman, bukan hanya kepada keberadaan pantai, namun juga kesejahteraan masyarakat setempat. Potensi wisata yang ada, harus meningkatkan ekonomi masyarakat, bukannya malah menyesengsarakan.
Kini, apa yang dilakukan Syahbandar Labuan Bajo dengan menggelar lomba pilih sampah adalah sebuah inovasi menggerakan partisipasi masyarakat yang sangat kreatif. Kehadiran berbagai elemen masyarakat di lokasi atau titik wisata di wilayah Pantai Labuan Bajo, sangat penting. Pasalnya, lomba ini hanya digelar satu hari. Selanjutnya, urusan sampah bukan lagi menjadi tugas syahbandar. Masyarakat, peserta lomba selanjutnya diharapkan menjadi orang terdepan yang ikut menjaga kebersihan Pantai Labuan Bajo.
Lingkungan atau alam yang menjadi daya magis wisata di Manggarai Barat, memang sudah sepantasnya dijaga. Meski terbilang baru disentuh dalam beberapa tahun terakhir, namun perkembangan wisata di Labuan Bajo bergerak sangat cepat. Artinya, langkah antisipasti terhadap persoalan sampah misalnya, sudah semestinya dilakukan sejak dini.
Pasalnya, sebagai tujuan utama dunia wisata, Labuan Bajo bakal berhadapan dengan berbagai persoalan. Sebut saja selain sampah, adalah narkoba. Bahkan, oleh BNN Provinsi NTT, Labuan Bajo, memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi. Bebasnya orang asing masuk ke wilayah ini tanpa pengawasan yang ketat, membuat narkoba akan beredar dengan bebas.
Lalu, apakah kita akan membiarkan ini terjadi di saat masyarakat Manggarai Barat sudah memilih harapan masa depan cerah dari usaha wisata? Tentu tidak. Mari kita saling mendukung. Perangi sampah. Bersihkan pantai dari sampah. Jauhi narkoba. Jangan beri ampun bagi orang yang terlibat. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pulau-komodo_20160822_114522.jpg)