Sebelum Tewas Ditabrak Aprianus Minta Beli HP dan Baju Baru

Anak bungsu dari empat bersaudara ini membeli sendiri baju dan celana. Sedangkan handphone belum sempat dibelinya.

Sebelum Tewas Ditabrak Aprianus Minta Beli HP dan Baju Baru
ILUSTRASI
Korban tabrak truk 

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO - APRIANUS Pacen (18) adalah siswa kelas 3 jurusan perkantoran SMK Bina Mandiri Nggorang-Labuan Bajo (bukan SMAN 2, Red). Ia mengakhiri prakteknya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manggarai Barat (Dispendukcapil Mabar), Kamis (15/9/2016).

Namun, sehari sebelum berakhirnya praktek, Rabu (14/9/2016), ia meminta izin kepada sang ayah untuk membeli handphone bila dia menerima uang insentif dari tempat prakteknya. Sang ayah pun mengizinkannya. Lalu dia meminta kepada ibunya untuk dibelikan baju. Ibunya juga memberikan uang. Anak bungsu dari empat bersaudara ini membeli sendiri baju dan celana. Sedangkan handphone belum sempat dibelinya.

Tak diduga, ternyata dua permintaan itu merupakan permintaan terakhir dari anak yang dikenal kalem itu. Dia meregang nyawa bersama empat temannya di Jembatan Wae Mese-Labuan Bajo, saat pulang membeli mie instan. Kelima orang itu ditabrak mobil dump truk bernomor polisi EB 2089 G, Rabu (14/9/2016) malam pukul 19.15 Wita.

Berbeda dengan empat korban lainnya yang saat itu langsung ditemukan terbujur kaku dengan luka serius dan tak bernapas lagi di sekitar jembatan. Aprianus saat itu tidak ditemukan.

Petugas dari Basarnas Labuan Bajo dibantu TNI AL dan warga setempat berusaha mencari di sungai yang mengalir di bawah jembatan, tepatnya di kolam yang cukup dalam. Namun tidak berhasil. Aprianus baru ditemukan pada hari Kamis (15/9/2016) pagi sekitar pukul 09.20 Wita dalam kondisi tak bernyawa lagi.

"Tidak ada firasat atau tanda-tanda. Cuman hari Rabu kemarin dia (Aprianus, Red) menyampaikan kepada bapa, katanya bila dia menerima uang insentif dari kantor tempat dia praktek, dia mau beli HP. Lalu bapa bilang iya dan kalau tidak cukup uangnya, nanti bapa tambah. Selain itu, dia juga minta dibelikan baju kepada mama. Mama memberinya uang untuk beli sendiri. Dia akhirnya membeli baju dan celana," tutur kakak kandung korban, Yohanes Engki Morgan, saat ditemui di rumah duka di Kampung Dalong, Kamis (15/9/2016). (ser)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved