Kopi dan Sasando Memikat Wisatawan Vietnam
Tim menyediakan pin dan dompet gratis bagi pengunjung. Di sebelahnya, terdapat 'photo booth' dengan nuansa Bali.
POS KUPANG.COM, SAIGON- PAVILIUN 'Wonderful Indonesia' pada International Travel Expo (ITE) Ho Chi Minh City (HCMC) 2016 di Saigon Exhibition Center, Vietnam, Kamis (8/9/2016), memikat para pengunjung.
Mari kita tengok terlebih dahulu bentuk paviliun yang dikelola oleh tim dari Kementerian Pariwisata tersebut. Luas paviliun memanjang 15 x 6 meter persegi. Pada ujung utara, terdapat meja informasi. Di sana, disediakan booklet hingga brosur yang berisi tempat pariwisata penjuru Indonesia.
Tim menyediakan pin dan dompet gratis bagi pengunjung. Di sebelahnya, terdapat 'photo booth' dengan nuansa Bali. Sejak booth 'Wonderful Indonesia' dibuka, sang fotografer tidak pernah berhenti bekerja.
Sementara, pada kedua sisi panjang paviliun, berdiri 18 meja kecil. Meja itu diisi para pelaku industri pariwisata dari Sumatera Utara, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur. Mereka adalah pengusaha-pengusaha agen perjalanan.
Sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB mereka tidak berhenti berkomunikasi dengan para pengusaha agen perjalanan dari negara lain.
Tujuannya adalah menggali informasi bagaimana mengakses tempat-tempat wisata di Indonesia, apa saja keunggulan tempat wisata itu hingga membicarakan hal-hal yang tidak disediakan di dalam paket perjalanan reguler.
"Agendanya adalah business to business. Artinya, perusahaan perjalanan Indonesia bertemu dengan perusahaan perjalanan di penjuru dunia. Lainnya business to consumer. Jadi masyarakat umumlah yang mendatangi paviliun kita untuk merancang liburannya," ujar Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani kepada KompasTravel, Kamis (8/9/2016).
Kopi, Sasando hingga Kamera
Bagian selatan paviliunlah yang paling ramai. Hal pertama yang memikat pengunjung adalah kopi. Ronaldo Keni (23), adalah barista asal Nusa Tenggara Timur. Di Ho Chi Minh, ia membawa kopi panggang arabika. Kopi-kopi itu disajikan gratis bagi pengunjung.
"Mereka sangat antusias dengan kopi Indonesia. Ada yang sampai mau beli kopi saya yang masih dibungkus. Padahal, itu kan gratis. hahaha," ujar pria yang akrab disapa Aldo itu.
Sambil menyeruput kopi khas Indonesia, pengunjung dimanjakan alunan merdu Sasando Rote yang dipetik tangan pemuda yang juga berasal dari Nusa Tenggara Timur,
Bertholens Aogus Pah.
Mungkin pembaca masih ingat. Betho pernah tampil di salah satu ajang pencari bakat di televisi nasional. Beragam lagu mengalun dari Sasandonya. Mulai dari 'Thinking Out Loud' yang dinyanyikan Ed Sheeran, 'She Will Be Love'-nya Maroon-5, Sempurna dari Andra and the Backbone, 'I'm Not the Only One' yang dinyanyikan Sam Smith hingga Poco-Poco.
Petikan Sasando Bertho membuat pengunjung menhentak-hentakkan kakinya, menepak-nepakkan tangan ke paha hingga mengangguk-anggukkan kepala sesuai irama musik. Bagi yang malu-malu tampak hanya memainkan jari-jemari mereka.
Selain itu, ada pula penampilan saxophone dan flute dari musisi Juhanny Fatmarida Susilo dan penari tradisional asal Bandung, Hanu Hanipah, Nurlaela Purnawati dan Sigit Febriyanto. Mereka membawakan Tari Cendrawasih asal Bali dan tari Piring asal Sumatera Barat.
Pengunjung juga bisa menggambar bagian tubuhnya. Tim 'Wonderful Indonesia' mendatangkan, Nurhayati, body painter dari Jakarta. Pengunjung rela mengantre hinga empat atau lima orang agar bagian tubuhnya dirajah oleh tinta Nurhayati.
Nah, yang terakhir paling seru. Meski berada di Ho Chi Minh, Diana Paskarina mampu membawa pengunjung ke tempat-tempat wisata di tanah air, mulai dari Nusa Penida, Crystal Bay Bali hingga Candi Borobudur Magelang.