Minggu, 19 April 2026

Pilgub DKI Jakarta

Kemunculan Mardani yang Bisa Mengubah Peta Politik Pilkada DKI Jakarta

Munculnya nama kader Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera, di tengah isu Pilkada DKI Jakarta 2017 menuai reaksi dari partai-partai anggota Koal

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.COM
Sandiaga Uno 

Ia juga menyebut bahwa akan ada partai lain, yakni Demokrat dan Partai Amanat Nasional, yang akan bergabung dengan PKB dan PPP dalam mendukung Yusril.

Saat ini, Partai Demokrat memiliki 10 kursi di DPRD DKI, PPP 10 kursi, PKB 6 kursi, dan PAN 2 kursi.

Jika mereka tergabung dalam satu koalisi, suara mereka sudah lebih dari cukup untuk mencalonkan diri pada Pilkada DKI 2017.

Sebab, partai atau gabungan partai harus memiliki minimal 22 kursi di DPRD DKI Jakarta untuk dapat mencalonkan pasangan yang mereka dukung pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Azis menambahkan, poros baru ini bisa saja mengusung Yusril dengan seorang birokrat sebagai pendamping.

Saat ini, kata dia, ada dua figur birokrat yang jadi pertimbangan, yakni Sekda DKI Jakarta Saefullah serta Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni.

"Kalau ini (cagub dan cawagub) mesti orang (kader) gue, tetapi bakal kalah, ngapain? Realistis saja," kata Azis, Jakarta, Minggu (11/9/2016).

Menanggapi isu itu, Sandiaga ikut bersuara. Sandiaga mengatakan bahwa ia belum pasti akan berpasangan dengan Mardani.

Saat ini, bakal cawagub terkuat untuknya adalah Saefullah. Namun, ia menyerahkan keputusan itu pada partai politik.

Apabila akhirnya terbentuk poros alternatif, peta politik Pilkada DKI Jakarta 2017 berubah.

Nantinya, akan ada tiga pasangan calon, yakni dari koalisi pendukung bakal calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dari koalisi Gerindra-PKS, dan dari koalisi poros alternatif.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved