Kamis, 9 April 2026

Pilgub DKI Jakarta

Kemunculan Mardani yang Bisa Mengubah Peta Politik Pilkada DKI Jakarta

Munculnya nama kader Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera, di tengah isu Pilkada DKI Jakarta 2017 menuai reaksi dari partai-partai anggota Koal

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.COM
Sandiaga Uno 

POS KUPANG.COM, JAKARTA --  Munculnya nama kader Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera, di tengah isu Pilkada DKI Jakarta 2017 menuai reaksi dari partai-partai anggota Koalisi Kekeluargaan.

Mardani diajukan PKS sebagai bakal calon wakil gubernur untuk bakal calon gubernur dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno.

Bak gayung bersambut, Partai Gerindra sebagai pengusung Sandiaga pun menerima dan akan melakukan fit and proper test terhadap Mardani.

Namun, di lain pihak, partai anggota Koalisi Kekeluargaan lainnya, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengancam menarik dukungan terhadap Sandiaga.

(Baca juga: Pengusungan Mardani Sebagai Cawagub Dinilai Langkah Terburu-buru)

PKB kecewa lantaran nama Mardani tidak pernah dibicarakan sebelumnya dengan partai anggota koalisi.

Baik dari dari tim Sandiaga, Gerindra, maupun PKS tak pernah sama sekali menyinggung kemungkinan pencalonan Mardani.

Selain itu, PKB juga telanjur berkomitmen untuk memperjuangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah menjadi pasangan Sandiaga.

Namun, melihat kondisi saat ini, PKB pun mengancam akan mengalihkan dukungan kepada pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra.

Kekecewaan PKB juga dirasakan oleh PPP. Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Azis menyampaikan, partainya tak pernah diajak bicara terkait Mardani.

Hingga saat ini pun Azis melihat tak ada bantahan terkait Mardani dari Sandiaga, Gerindra, atau PKS.

Kendati demikian, Azis mengatakan bahwa ia menghormati apabila akhirnya Sandiaga memilih Mardani sebagai bakal calon wakil gubernur.

Namun, kata dia, PPP juga memiliki hak untuk tidak berada dalam koalisi pendukung Sandiaga-Mardani.

Meskipun belum pasti mendukung Sandiaga, PPP juga tegas menolak Sandiaga-Mardani.

Menurut Azis, partainya mungkin mengalihkan dukungan kepada pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved