Oleh Esthon L Foenay

Harga Sebuah Prestasi

Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi menuju NTT emas. Mensana in corporesano. Salam Indonesia Raya.

Editor: Sipri Seko
Esthon Foenay 

SALAM Olahraga. Menuju NTT Emas! Dalam rangka keikutsertaan Kontingen NTT pada PON XIX 2016 di Jawa Barat 17-29 September 2016, Gubernur NTT, Bapak Frans Lebu Raya mengundang para atlet dan ofisial, pengurus cabang olahraga, pemerhati olahraga, aparatur pemerintah, Forkompida NTT, menghadiri upacara pengukuhan dan pelepasan Kontingan NTT, Selasa 13 September 2016.

Redaksi di depan undangan tersebut tertulis "Menuju NTT Emas" (tulisan emas). PON XIX 2016, Jawa Barat dengan simbol medali terikat kain Merah Putih.

Upacara pengukuhan dan pelepasan kontingen secara seremonial sudah biasa. Tetapi makna dan hikmah dari redaksi "Menuju NTT Emas" sangat luar biasa. Karena merupakan daya dorong, semangat, tekad, motivasiu dan komitmen yang kuat untuk merebut medali demi meningkatkan prestasi, harga diri, harkat dan martabat, dari atlet, pemerintah dan rakyat NTT tercinta.

Kami ini patriot olahraga. Mengabdi berkarya untuk nusa bangsa. Dalam meraih cita-cita. Kami ini patriot olahraga. Gigih dalam berjuang di medan laga. Berbakti untuk Indonesia. Kesetiaan adalah kebanggaanku. Disiplin satu-satunya nafasku. Demi jayanya sang Merah Putih. Kehormatan adalah segalanya. Kami ini patriot olahraga. Biar mata dunia memandang Indonesia. Kita dahsyat dan perkasa. Biar mata dunia memandang Indonesia. Kita dahsyat dan perkasa.

Dengan semangat yang membara, atlet NTT bersama pelatihnya mengatakan siap tempur, berjuang merebut kemenangan. KONI NTT melalui seleksi yang ketat, meloloskan 76 atlet dengan 12 cabang olahraga sebagai patriot olahraga.

Dari 12 cabang olahraga (cabor) itu, ada tiga cabang permainan/perlombaan dan sembilan cabang pertandingan. Tiga cabang perlombaan itu, yakni atletik, berkuda dan binaraga. Atletik dan berkuda merupakan cabang terukur yang prestasi dan kemenangannya terukur dari kecepatan dan ketepatan waktu, dengan syarat-syarat lain. Dan, sembilan cabor pertandingan, yang beradu kekuatan dan kemampuan dengan lawan tanding yaitu, tinju, kempo, karate, pencak silat, taekwondo, tarung derajat (cabor beladiri). Ada juga cabang tenis meja, sepaktakraw dan cricket. Tenis meja dan cricket merupakan cabang yang baru pertama kali diikuti altet NTT di PON.

Dinamika perkembangan olahraga sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia di NTT merupakan salah satu parameter yang dapat diukur adalah prestasi dalam perebutan medali. Utamanya adalah medali emas. Perolehan medali dari patriot olahraga NTT ditargetkan menyamai prestasi PON XVIII 2012 di Pekanbaru, Riau, yakni tiga medali emas, sembilan perak dan lima perunggu.

Target perolehan medali dari Ketua Harian KONI NTT, Ir. Andre W Koreh, MT, sangat rasional. Dengan doa dan harapan, itu target minimal. Karena insentif, bonus dan penghargaan akan memberikan semangat dan komitmen perjuangan patriot olahraga NTT agar dapat memperoleh medali, utamanya medali emas.

Ketua Harian Perkemi NTT, Simpai Bernabas nDjurumana, memberikan target perolehan medali, minimal sama dengan yang diperoleh pada pra PON XIX 2016. Di Pra PON XIX cabang kempo saja menyumbang tujuh medali emas, empat perak dan tiga perunggu. Cabang atletik meraih tiga medali emas, satu perak dan satu medali perunggu.

Perkiraan target dari Ketua Harian Perkemi NTT memberikan rasa percaya diri terhadap prestasi yang dapat diperoleh karena hampir semua cabang olahraga pada pra PON XIX 2016 telah berkontribusi merebut medali emas. Cabang tersebut antara lain, tinju, atletik, taekwondo dan lainnya.

Dari situ, kita yakini perolehan emas kali ini akan melebihi PON XVIII 2012. Mengapa demikian? Karena ada penghargaan dan bonus besar. Sejak tahun 2015, atas inisiatif KONI NTT bertepatan dengan Hari Bakti PU sudah terkumpul dana Rp 1 miliar lebih. Bantuan sukarela dari pengusaha, kontraktor, BUMN, Kadin NTT dan lainnya. Ada juga bantuan perorangan antara lain Pak Paul Liyanto, Pak Novanto, Pak Jefri Riwu Kore, Pak Ismail, Pak Theo Widodo, Pak Charles Angkriwang dan lainnya.

Ada juga bantuan dari Pemkot Kupang untuk atlet PON XIX asal Kota Kupang. Dan, dari kabupaten asal atlet lainnya, pasti akan menyusul. Tentunya hal ini akan didukung oleh lembaga legislatif (DPRD). Di mana ada prestasi, di situ pasti ada penghargaan. Apalagi, ada rencana, jika tidak ada halangan, para atlet yang meraih medali, diangkat menjadi pegawai honor dan dipekerjakan di berbagai tempat. Dan akan ada usaha kenaikan pangkat bagi atlet PNS/ASN dan TNI/Polri. Tentunya, kebijakan ini juga berlaku pada Paralympic 2016, bagi atlet penyandang berkebutuhan khusus.

Kebijakan dan keputusan pemberian penghargaan, berupa rumah dan uang juga diatur dalam pasal 86 UU Nomor 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Pasal 81 ayat 1 menyatakan bahwa, setiap pelaku olahraga yang berprestasi dan berjasa dalam memajukan olahraga, diberi penghargaan. Selanjutnya ayat 3, menyatakan bahwa penghargaan dapat berbentuk pemberian kemudahan, beasiswa, asuransi, pekerjaan, kenaikan pangkat luar biasa, tanda kehormatan kewarganegaraan, jaminan hari tua atau bentuk penghargaan lain yang bermartabat bagi penerimanya.

Dengan demikian, penghargaan dan bonus dari Pemda dan KONI NTT serta para donatur, berada dalam sistem atau UU Nomor 3/2005. Sejarah mencatat dalam memori PON dari NTT, ini baru pertama kali direncanakan, semua peraih medali dapat bonus rumah dan dana. Untuk peraih medali emas Rp 100 juta dan rumah tipe 36. Medali perak Rp 75 juta dan rumah tipe 36 dan medali perunggu Rp 50 juta dan rumah tipe 36.

Keputusan dan kebijakan pemberian hadiah dan penghargaan ini sangat spektakuler, luar biasa. Resonansi dan gaung pemberian penghargaan kepada atlet oleh Ketua Umum KONI NTT, Bapak Frans Lebu Raya dengan lokomotifnya Ketua Harian KONI NTT, Ir. Andre W Koreh, MT, perlu diapresiasi secara positif. Mengapa? Perjuangan memperoleh dana, tidak saja dari APBD sebagai anggaran pemerintah, tetapi juga sumbangan dari berbagai pihak dan komunitas dan bantuan perorangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved