Bakal Datang 12.000 Sopir dari Filipina Masuk ke Indonesia

Kedatangan sopir itu sebagai dampak dari diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Pemerintah sedang menggalakkan pendidikan vokasi. Pemerintah berharap anak-anak yang tamat SMK langsung bisa bekerja. Jadi tidak usah dipaksakan semua harus kuliah," jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Menurut Soekarwo, Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang terampil. Sebab, sejumlah negara anggota MEA sudah bersiap untuk memasuki Indonesia.

Bahkan, ada sebagian negara yang mengajarkan Bahasa Indonesia di sekolah dan perguruan tinggi.

"Filipina tadi di sana perguruan tingginya sudah mengajar Bahasa Indonesia. Filipina paling siap untuk bahasa Indonesia," kata dia.

Hingga saat ini, Soekarwo menyebut bahwa Indonesia masih kekurangan tenaga kerja yang terampil.

Terutama terkait dengan pemahaman tentang teknologi modern.

Ia mencontohkan banyaknya tenaga kesehatan yang akhirnya tidak mampu bersaing karena keterbatasan pemahaman untuk mengoperasikan teknologi medis yang canggih.

"Perawat kita dididik misalkan, setelah kita masukkan (ke luar negeri), di sana rumah sakitnya lebih modern, jadi tidak bisa mengoperasikan alatnya. Itu problem kita. Padahal nurse itu kurang sekali," ucapnya.

"Amerika Serikat itu kekurangan 2.500 perawat. 150 perawat permintaan dari Australia tidak bisa dikirim, karena harus bisa mengoperasikan alatnya," ungkapnya.*

Editor: Hyeron Modo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved