Urgensi Kehadiran Bidan

Bidan dituntut untuk mampu meningkatkan dan memelihara keterampilan dan profesionalismenya melalui kegiatan kognitif, psikomotorik

Editor: Agustinus Sape
ISTIMEWA
Logo IBI 

Refleksi Memperingati HUT ke-65 IBI NTT

Oleh: Yustina Sila
Mahasiswi D-IV Bidan Pendidik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kediri

PADA tanggal 26 Agustus 2016, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tingkat Provinsi NTT merayakan HUT ke-65 yang bertempat di Grand Mutiara Ballroom Kupang dengan mengusung tema, "Penguatan Peran Bidan Dalam Rangka Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Untuk Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goal's (SDGs) tahun 2030". Pengusungan tema ini tentu tidak terlepas dari berbagai problem kesehatan yang terus mengancam negeri ini, antara lain tingginya angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB) yang merupakan salah satu indikator kunci dalam target pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Di sini bidan yang berada di bawah naungan organisasi IBI yang merupakan aktor utama dalam menurunkan AKI dan AKB dituntut untuk mampu meningkatkan dan memelihara keterampilan dan profesionalismenya melalui kegiatan kognitif, psikomotorik maupun pelatihan klinis dan nonklinis.

Mengenal SDGs
Sustainable Development Goals (SDGs) adalah sebuah manuskrip yang menjadi acuan dalam kerangka pembangunan dan muktamar negara-negara di dunia yang merupakan kelanjutan dari konsep pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) yang telah berakhir pada tahun 2015 kemarin. SDGs memiliki 17 global goals, diantaranya mengakhiri segala bentuk kemiskinan di semua negara mana pun, mengakhiri segala bentuk kelaparan dan mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi serta mendorong pertanian secara berkelanjutan, dan menjamin adanya kehidupan yang sehat, serta mendorong kesejahteraan untuk semua orang di dunia pada semua usia. Di antara beberapa tujuan tersebut, mengentaskan kemiskinan menjadi target utama yang harus dituntaskan. Namun Indonesia sendiri akan menggunakan tiga indikator terkait dengan dokumen SDGs, yaitu pembangunan manusia atau human development yang meliputi pendidikan dan kesehatan, lingkungan dalam skala kecil atau social economic development dan lingkungan yang besar atau environmental development berupa ketersediaan kualitas lingkungan dan sumber daya alam yang baik.

Pada dasarnya MDGs dan SDGs memiliki global goal yang sama yakni berkonsentrasi dalam menganggulangi kelaparan dan kemiskinan di dunia. Namun karena dokumen yang disepakati PBB pada tahun 2000 tersebut berakhir pada tahun 2015, sementara agenda MGDs perlu dilanjutkan, maka muncullah sebuah dokumen usulan bernama Sustainable Development Goals (SDGs) meskipun ada sejumlah perbedaan dan pengembangan konsep.

Bidan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga
Bidan merupakan wanita andal, pahlawan kehidupan yang memiliki peran yang sangat penting sebagai garda terdepan dan ujung tombak dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta menekan tingginya angka kematian ibu dan bayi di berbagai wilayah di Indonesia. Melalui tangannya, terlahir berjuta harapan untuk mencetak generasi-generasi emas penerus bangsa yang berkualitas, dan juga sebagai sahabat perempuan dan keluarga. Pada kenyataan memang tidaklah mudah dalam memberdayakan perempuan dan menyiapkannya untuk berperan langsung sebagai sosok ibu dalam keluarga serta menjalankan fungsi reproduksinya tanpa mengabaikan beragam tantangan demi anak. Perempuan bukan hanya sekedar tulang belulang yang terbungkus daging dan kulit yang dilengkapi dengan organ yang mengindahkan dan menyempurnakannya, tetapi perempuan diistimewakan dengan kelembutan dan kepekaan hati serta pikiran karena dari merekalah akan lahir generasi penerus yang diharapkan berkualitas dan menjadi tonggak keluarga bahkan tonggak negara yang tentu tidak terlepas dari bekal pendidikan dan keahlian yang menunjang. Oleh karena itu, tentunya butuh upaya yang sunguh-sunguh, kerja keras dan kerja cerdas dari sektor-sektor lain yang terkait, baik dari masyarakat, institusi pendidikan bidan, organisasi IBI, dan pemerintah yang merupakan sebuah mitra kerja yang harus bersinergi untuk membangun sebuah daerah dalam hal kemajuan kesehatan masyarakat.

Tidak dipungkiri kualitas bidan di Indonesia masih rendah dibandingkan beberapa negara ASEAN lainnya. Padahal Indonesia sebenarnya kaya akan bidan secara kuantitas, namun kita harus bersama mengakui bahwa tidak untuk kualitas. Oleh karena itu, Bidan Indonesia sebagai tenaga profesional harus terus meningkatkan kompetensinya dengan membangun dan mengembangkan keprofesiannya menjadi lebih kredibel dan akuntabel, salah satunya melalui pendidikan berkelanjutan agar nanti diharapkan mampu memberikan pelayanan kebidanan dengan sasaran masyarakat khususnya perempuan melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara berkualitas guna menyukseskan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan pendidikan profesi bidan.

Nasib Bidan PTT
Dalam memperingati hari lahirnya sebuah profesi nan mulia di tengah masyarakat ini ternyata menyimpan pilu mendalam kepada para bidan yang berlabelkan PTT (Pegawai Tidak Tetap). Bagaimana tidak? Hingga saat ini, solusi terkait kejelasan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) seolah menjadi isapan jempol belaka. Padahal bidan desa sebagai pegawai pemerintah merupakan unsur ketahanan nasional strategis yang mempunyai andil besar dalam pelayanan kesehatan dasar di tengah masyarakat desa. Di Indonesia sendiri terdapat 42.245 orang yang aktif per 1 September 2015 sebagai bidan PTT, diantaranya yang telah mengabdi lebih dari enam tahun sejumlah 38.861 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 3.122 orang bidan berusia antara 35-40 tahun. Sementara yang berusia di atas 40 tahun sebanyak 1.072 orang bidan PTT (Pusat). Nasib bidan PTT seolah digantung tanpa kepastian. Padahal mereka patut diapresiasi karena sebagai garda terdepan dalam menurunkan AKI/AKB yang memiliki ikatan emosional terdekat dengan masyarakat. Semoga melalui momentum ini, negara mampu menemukan kebijakan ataupun terobosan serta bertanggung jawab dan berempati nyata terhadap nasib bidan PTT. Selamatkan ibu dan bayi, selamatkan bidan!*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved