Dukung Polisi Berantas Human Trafficking

Mari kita dukung kerja polisi antara lain dengan memberi informasi yang benar tentang adanya praktik human trafficking dalam masyarakat kita.

Editor: Agustinus Sape
pos kupang
POS KUPANG/HERMINA PELLO BERPELUKAN- Korban human trafficking Anita Tsey berpelukan dengan ibunya Welmince Tsey disaksikan Kapolda NTT, Brigjen Pol Widyo Sunaryo, Senin (22/8/2016). 

PENANGKAPAN 13 pelaku human trafficking (perdagangan manusia), termasuk seorang tenaga lepas di Bandar Udara (Bandara) El Tari, oleh aparat Polres Kupang menambah bukti bahwa memang Provinsi NTT adalah sarangnya human trafficking. Mereka yang ditangkap diketahui bekerja dalam tujuh jaringan berbeda. Oknum petugas bandara saja diperkirakan sudah meraup Rp 2,6 miliar dari perannya memperlancar pengiriman TKI/TKW ilegal ke luar NTT.

Dari pengakuan aparat kepolisian, masih banyak jaringan trafficking di NTT yang belum dibongkar. Kepolisian bertekad untuk tidak main-main mengusut dan membongkar kejahatan kemanusiaan ini. Tentu saja agar warga NTT tidak terus- menerus menjadi pelaku dan korban perdagangan manusia.

Karena itu, mari kita dukung kerja polisi dan instansi terkait yang tergabung dalam Satgas TKI, antara lain dengan memberi informasi yang benar tentang adanya praktik human trafficking dalam masyarakat kita. Apalagi kalau Anda menjadi korban human trafficking, segeralah melapor kepada aparat terkait.

Dengan bantuan kita aparat bisa bekerja cepat dan efektif.

Selanjutnya, kita patut memberi apresiasi kepada aparat kepolisian, khususnya dalam aksi penggerebekan beberapa tersangka pelaku human trafficking dalam beberapa hari terakhir. Sungguh, kita sebagai masyarakat terperanjat dan terperangah dengan terbongkar dan tertangkapnya beberapa tersangka pelaku. Kita menjadi sadar ternyata para pelaku itu bergentayangan di antara kita, di tempat-tempat kita berjalan, berbelanja dan menjalankan aktivitas lainnya. Ternyata para pelaku juga adalah orang-orang kita yang begitu tega memperdagangkan sesamanya untuk memperkaya diri sendiri dan jaringannya.

Kita sebagai bagian dari masyarakat NTT tidak menginginkan wilayah ini terus menjadi lahan subur praktik human trafficking. Karena itu, harapan terbesar kita letakkan pada pundak aparat kepolisian untuk memberantas habis praktik ini. Kita sadar menjalankan tugas ini tidaklah gampang. Dibutuhkan profesionalisme, komitmen dan niat baik sebagai wujud pengabdian kepada tanah air tercinta, Indonesia.

Seperti dikemukakan Kapolres Kupang, masih banyak tunggakan kasus human trafficking dari tahun-tahun sebelumnya yang belum dituntaskan hingga saat ini. Dengan kasus penangkapan yang baru terjadi, berarti bertambah lagi kasus yang harus ditangani dan diselesaikan aparat kepolisian. Mungkin tugas ini perlu di-back up, tetapi yang pertama dan utama, kita harapkan, polisi bekerja sungguh-sungguh untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut.

Kita tidak ingin dengar lagi pada hari-hari mendatang ada kabar miring aparat kepolisian bermain mata dengan para pelaku human trafficking hanya karena tergoda oleh uang banyak. Kita pun tidak ingin dengar penanganan kasus-kasus ini mengalami kemandekan hanya karena kepolisian menemui jalan buntu.

Gunakanlah segala wewenang yang dipercayakan negara kepada Anda. Tunjukkanlah profesionalitas dan komitmen Anda sehingga tidak kalah oleh uang dan permainan para mafia human trafficking.*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved