Tatang Wiganda, Guru yang Tewas Ditusuk Itu Favorit Siswa

Puluhan siswa dan alumnus SMP Yayasan Atikan Sunda (YAS) sempat menjenguk Tatang Wiganda

Tatang Wiganda, Guru yang Tewas Ditusuk Itu Favorit Siswa
Pos Kupang/ant
(ANTARA News / Insan Faizin Mubarak)

POS KUPANG.COM, BANDUNG -- Puluhan siswa dan alumnus SMP Yayasan Atikan Sunda (YAS) sempat menjenguk Tatang Wiganda, guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) mereka yang tewas diduga menjadi korban penusukan.

Sejumlah siswa dan alumni pun mengantar jenazah dari Rumah Sakit Santo Yusuf ke Rumah Sakit Sartika Asih.

Aisyah Dajanti (18) dan Regita Valendena (18). Dua gadis alumni SMP YAS ini sengaja datang ke RS Santo Yusuf.

Keduanya tak menyangka guru olah raga favorit itu menjadi korban penusukan orang tak dikenal.

"Almarhum itu sifatnya baik sekali. Tidak rese sama murid perempuan dan tidak pernah marah," kata Regita kepada Tribun di RS Santo Yusuf, Senin (22/8/2016) malam.

Regita pun menyakini, guru olahraga favorit itu tak memiliki masalah dengan siswa, alumnus, ataupun orang tua siswa.

Para siswa mengenal Tatang sebagai guru yang tak pernah memukul jika menegur siswa.

"Sama anak-anak (siswa. Red), Pak Tatang itu selalu welcome. Saya dan kakak saya juga merasakan hal yang sama," kata alumnus 2010 itu.

Ia menyebut, peristiwa itu sempat menyebar melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat alumni SMP YAS.

Hal senada dikatakan rekan Tatang yang guru penjaskes, Ahmar Priatna. Ia mengatakan, Tatang memiliki cara yang berbeda setiap mengajar siswanya.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved