Nusyirwan Setuju Full Day School

Berbagai fasilitas disiapkan Sekolah Dasar (SD) Fastabiqul Khairat Samarinda yang menerapkan sistem pembelajaran semi full day school

Editor: Agustinus Sape
tribun kaltim
Siswa Sekolah Dasar Bermain Piano_NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

"Ya kita minta ke Pak Menteri, terutama ke Pak Presiden agar Kemendikbud ini tidak identik dengan ganti menteri, ganti kebijakan. Kan selama ini seperti itu," kata Rizal.

Jika stigma tersebut terus berlanjut, Rizal khawatir justru akan mengganggu sistem pendidikan. "Ganti menteri, ganti sistem. Kan nantinya bukan malah baik meski tujuannya baik. Jangan (ganti sistem) supaya beda saja," kata Rizal.

Rizal juga mengingatkan dampak penerapan full day school terhadap anggaran pemerintah daerah. Terlebih, dana transfer dari pusat terus terpangkas.

Di tempat sama, Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan sistem full day school cocok diterapkan di Samarinda. "Samarinda inikan perkotaan. Identiknya dengan suami dan istri yang bekerja. Jadi menurut saya cocok," kata Nusyirwan.

Namun, Nusyirwan berharap kebijakan ini diterapkan secara bertahap. Seperti penerapan Kurikulum 2013 (K13). "Tidak bisa sekaligus. Harapannya tiap daerah ada pilot project. Jika sukses, maka cakupannya terus diperluas," sebut Nusyirwan.

Pendidikan karakter, yang menjadi konten full day pun diapresiasi oleh Nusyirwan. "Komposisinya kan pendidikan karakter ini lebih banyak di tingkat dasar dan semakin mengecil ke atas digantikan oleh skill," katanya lagi.

Tak berbeda dengan pernyataan Rizal, Nusyirwan pun berharap ada pembicaraan lebih lanjut mengenai beban anggaran, sebagai imbas program ini. "Harapannya ada bantuan APBN. Mungkin Bosnas (Bantuan Operasional Sekolah Nasional) ditambah," ucap Nusyirwan. (Tribunkaltim)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved