Pakar Komunikasi : Tata Ruang Harus Sempurna Jangan Ada Pengecualian

Bangunan yang dibangun harus dilihat, apakah dibangun di atas tanah sendiri atau pemerintah? Sudah ada izin atau belum?

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Marsel Ali
zoom-inlihat foto Pakar Komunikasi : Tata Ruang Harus Sempurna Jangan Ada Pengecualian
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
SOSIALISASI WORKSHOP--Dua praktisi Pakar Komunikasi Undana Prof Dr. Alo Liliweri dan Praktisi Perumahan dari Wakil Ketua REI NTT, Bobby Pitoby, dalam sesi berbagai pengalaman Sosialisasi dan Workshop Strategi Komunikasi Program Kota Tanpa Kumuh(KOTAKU) NTT, di Cendana II Room, Kamis (4/8/2016)

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG--Pakar Komunikasi Undana Prof Dr. Alo Liliweri, yang hadir dalam sesi berbagi pengalaman Sosialisasi dan Workshop Kawasan Kota Tanpa Kumuh yang digelar Kantor Dinas PU di Neo Hotel mengatakan untuk menata kawasan kota tanpa kumuh menjadi soal besar bagi yang sudah membangun tata ruang.

Bangunan yang dibangun harus dilihat, apakah dibangun di atas tanah sendiri atau pemerintah? Sudah ada izin atau belum?

Sehingga harus ada mobilisasi informasi besar-besar untuk memahami tata ruang.

Tata ruang itu harus sempurna, jangan ada pengecualian karena susah mengatur ruang publik.

"Tidak terlambat untuk mengurusnya, ambil sisi positif saja mengurus yang bisa diurus daripada berandai-andai. Program Kotaku ini untuk target hingga 2019 tidak mungkin, tapi untuk kampanye sosialisasi preventif dua atau tiga tahun cukup," katanya.

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved