Minggu, 7 Juni 2026

Hutan Solohana: Bukit Gersang Jadi Hutan Hijau

Hutan yang melingkupi lembah dan bukit di areal itu dinamakan hutan buatan Solohana.

Tayang:
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
SOLOHANA -Mata air yang telah membentuk kolam yang ditumbuhi Bunga Teratai sebagai dampak dari hutan buatan bernama Hutan Solohana-Labuan Bajo. 

Laporan wartawan Pos Kupang, Servantinus Mamilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO - TAK terdengar hingar bingar keramaian. Sesekali suara beberapa jenis burung terdengar bagai bercumbu mesra dengan lebatnya dedaunan. Rimbunan pohon setia menghembus sejuk sepanjang hari, seperti menepis gerah yang menyengat tubuh. Rindangnya mampu mengalahkan panas Labuan Bajo. Segala penat pun menjadi cair, menyatu dengan kolam panjang di kaki bukit itu.

Pos Kupang mengunjungi lokasi hutan itu, Jumat (8/7/2016). Hutan yang melingkupi lembah dan bukit di areal itu dinamakan hutan buatan Solohana. Luas dan rimbunnya pepohonan telah menumbuhkan mata air baru di lokasi itu. Mata air yang sudah menimbulkan kolam berbentuk memanjang, dihiasi Bunga Teratai.

Hutan buatan Solohana seluas 12 hektar. Tapi yang pohonnya sudah lebat seluas 8 hektar. Pembangunan hutan buatan itu dirintis oleh seorang pastor pencinta lingkungan, yaitu Pater Marsel Agot, SVD. Dia telah mengubah bukit gersang dipenuhi batu menjadi hutan hijau penuh sejuk. Dikerjakannya sejak tahun 2000 dan hingga saat ini terus dikembangkan.

"Kami membolehkan siapapun bisa masuk ke areal hutan buatan itu. Persyaratannya tidak boleh merusak lingkungan di lokasi tersebut. Saat ini sedang direncanakan untuk menata areal hutan itu menjadi spot wisata rohani. Kami menginginkan suatu saat nanti di tempat itu bisa berlangsung prosesi jalan salib. Tetapi prinsipnya lokasi itu bisa dikunjungi oleh siapapun, silahkan," kata Pater Marsel, saat ditemui di kediamannya di Prundi Labuan Bajo, Jumat (8/7/2016).

Di dalam areal hutan buatan itu, kata Pater Marsel, terdiri dari 15 jenis pohon, paling banyak mahoni. Jenis lainnya dengan nama lokal, yaitu nara, ngancar, ajang, ksi, lui, sau serta beberapa jenis lainnya.

"Dulu di tempat itu ada kubangan kecil tetapi hanya muncul saat musim hujan saja, antara Desember sampai Februari. Sesudah itu kering kerontang. Setelah pepohonan ditanam dan hutan buatan tumbuh besar, saat ini muncul mata air," kata Pater Marsel.

Beberapa jenis burung pun sudah berdatangan di hutan itu, termasuk burung ekor panjang dan beberapa jenis burung lainnya. Di beberapa gua mulai muncul burung walet, ular sawah dan beberapa binatang lainnya.

Lokasi itu masih berada dalam Kota Labuan Bajo. Menuju tempat itu, sangat mudah lewat beberapa arah. Bila dari Patung Caci langsung belok kanan lewat Pasar Batu Cermin atau Wae Kesambi. Selanjutnya belok di ruas jalan bagian depan Gua Batu Cermin ke arah utara, melewati jalan beraspal mulus. Sekitar 700 meter dari Gua Batu Cermin, di situlah letaknya hutan buatan Solohana itu. Dari kawasan perhotelan sampai di tempat itu hanya sekitar 15 menit saja. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved