Kisah Biarawati Saksi Pembunuhan Biadab Pendeta Tua Prancis
para pembunuh terlihat agresif dan gugup ketika melancarkan serangan ke Eglise Saint-Etienne di Normandy pada 26 Juli itu.
Tayang:
Editor:
Ferry Ndoen
Twitter/@Raqqa_SL
Eksekusi atas empat pesepak bola dilakukan di depan anak-anak di Raqqa, pusat kekhalifahan ISIS di Suriah.
"Saya percaya pada Tuhan dan saya tahu saya akan bahagia," jawab Suster Helene sembari tak henti berdoa di dalam hati.
Kemudian mereka berbicara soal Tuhan.
"Yesus bukan Tuhan, dia manusia. Kalianlah yang salah," kata salah seorang penyerang.
"Mungkin demikian, sayang sekali," jawab Suster Huguette.
Saat itu Suster Huguette sudah bersiap mati, tidak mengetahui apa yang akan terjadi kemudian.
"Menyadari akan segera mati, saya menyerahkan hidup saya kepada Tuhan," sambung dia seperti dikutip AFP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/isis-bunuh-pesepak-bola-2_20160710_162659.jpg)