Eksekusi Mati Malam Jumat Kliwon, Begini Reaksi Masyarakat di Nusakambangan

Pelaksanaan eksekusi mati terhadap 14 terpidana yang rencananya akan dilangsungkan Kamis (28/07/2016) malam, tak mempengaruhi aktivitas masyarakat di

Eksekusi Mati Malam Jumat Kliwon, Begini Reaksi Masyarakat di Nusakambangan
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Enam personel polisi dari Sabhara Polda Jawa Tengah, berjaga di sekitar pintu masuk penyebrangan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2016) 

POS KUPANG.COM, CILACAP -- Pelaksanaan eksekusi mati terhadap 14 terpidana yang rencananya akan dilangsungkan Kamis (28/07/2016) malam, tak mempengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar Pulau Nusakambangan, Cilacap.

Warga setempat, Kendar (34) mengatakan bila masyarakat sudah terbiasa dengan adanya pelaksanaan eksekusi mati terhadap sejumlah terpidana.

"Ini (pelaksanaan eksekusi mati) bukan yang pertama kalinya. Masyarakat tidak takut, meski kali ini pelaksanaannya pada malam Jumat Kliwon yang biasanya dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat mistis," kata Kendar saat ditemui di rumahnya di Kampung Wijaya Pura, Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/07/2016).

Rumah Kendar hanya berjarak beberapa meter dari Dermaga Wijaya Pura, akses utama menuju Pulau Nusakambangan.

Kendar menceritakan bila di sekitar area dermaga dan Pulau Nusakambangan memang dikenal angker.

"Saya beberapa kali melihat mahluk gaib. Pernah melihat kuntilanak, kemudian sosok sosok pria yang jelas bukan manusia. Tetapi saya dan masyarakat di sini sudah terbiasa dan tidak takut," kata lelaki yang juga punya warung makan di dekat Dermaga Wijaya Pura.

Menurut Kendar, masyarakat di kampungnya punya kepercayaan bila ada seseorang meninggal pada malam Jumat Kliwon justru sebagai 'hari baik'.

"Jadi konon warga percaya kalau ada orang meninggal pada malam Jumat Kliwon malah banyak temannya," ungkap Kendar.

Pendapat serupa juga diungkapkan Sukesih (54), warga Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan.

Wanita yang sudah memiliki lima cucu itu sudah terbiasa dengan 'keangkeran' Pulau Nusakambangan.

"Tidak ada yang perlu ditakuti. Setelah eksekusi mati, jenazah dibawa ke luar (dari Nusakambangan), dan masyarakat beraktivitas seperti biasa," katanya.(Tribunnews/A Prianggoro)

Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved