PDIP Tak Akan Tergoda Hasil Survei Terkait Pilkada DKI Jakarta

"Kami akan tetap konsisten. Kami akan tetap istiqomah bahwa kami tidak mungkin mendukung calon perseorangan," kata dia.

PDIP Tak Akan Tergoda Hasil Survei Terkait Pilkada DKI Jakarta
Pos Kupang/kompas.com
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berada di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/6/2016) 

POS KUPANG.COM, JAKARTA--Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P, Ahmad Basarah, mengatakan, PDI-P tidak akan tergoda dengan hasil survei yang dilakukan lembaga survei mana pun.

"Satu yang perlu saya tegaskan, PDI-P tidak akan tergoda hasil survei apa pun," ujar Basarah di Kantor Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016).

Basarah menyebutkan, PDI-P akan tetap konsisten untuk tidak mendukung calon perseorangan, termasuk pada Pilkada DKI 2017. Mereka tidak akan menyerahkan 28 kursi di DPRD DKI hanya untuk calon perseorangan.

"Kami akan tetap konsisten. Kami akan tetap istiqomah bahwa kami tidak mungkin mendukung calon perseorangan," kata dia.

Menurut Basarah, PDI-P memiliki tiga simulasi untuk Pilkada DKI 2017. Pertama, PDI-P mendukung calon gubernur dan wakil gubernur dari internal partai.

"Simulasi yang kedua adalah mendukung calon gubernur dari internal dan calon wakil gubernur dari eksternal," kata anggota Komisi III DPR itu.

Yang ketiga, PDI-P akan mendukung calon gubernur dari eksternal dan calon wakil gubernur dari internal partai.

"Yang tidak ada dalam simulasi kami adalah mendukung perseorangan," tutur Basarah.

Dalam survei yang dilakukan SMRC pada Juni 2016, sebanyak 81 persen responden dari total 25,6 persen responden yang memilih PDI-P, menyatakan akan mendukung Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pilkada 2017.

Elektabilitas Ahok pun masih tertinggi dibandingkan tokoh lainnya. Dalam simulasi terbuka tanpa memberikan nama tokoh, Ahok menjadi top of mind dengan elektabilitas 36,6 persen.

Sementara dalam simulasi semi terbuka dengan memberikan 22 nama tokoh, elektabilitas Ahok mencapai 53,4 persen.

SMRC melakukan survei pada 24-29 Juni 2016. Survei dengan metode wawancara terhadap 820 responden. Namun, hanya 646 responden yang dinyatakan valid dan datanya dianalisis.*

Editor: Hyeron Modo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved