Menjadi Cerdas dan Berkarakter
Hari Senin (18/7/2016), sebagai hari pertama masuk sekolah, hampir semua orangtua mengantar anaknya ke sekolah.
HARI ini, Senin (18/7/2016), sebagai hari pertama masuk sekolah, hampir semua orangtua mengantar anaknya ke sekolah. Orangtua tentu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari seragam baru, tas dan buku baru, sepatu dan kaos kaki baru, hingga tempat makanan dan tempat minuman baru bagi anak-anaknya, terutama yang masuk taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
Ya, tentu setiap orangtua mendambakan anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Tak lain tujuannya agar usai menempuh pendidikan, anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan akhirnya bisa hidup layak dan bahagia.
Karena itu, dengan cara apa pun, setiap orangtua akan berusaha mencari uang demi membiayai pendidikan anaknya. Dalam setiap jenjang pendidikan, setiap orangtua pasti menginginkan anaknya bisa meraih nilai-nilai yang tinggi untuk setiap mata pelajaran bahkan meraih rangking di sekolah.
Juga agar anaknya mendapat beasiswa dan menjadi siswa beprestasi di setiap bidang ilmu. Bahkan ada pula yang memberi les tambahan bagi anaknya di luar sekolah, misalnya, les musik, les ballet, atau kursus bahasa asing hingga ilmu bela diri.
Tak jarang guna mencapai tujuan itu, orangtua mendoktrin anaknya agar bisa berprestasi di sekolah maupun di luar sekolah. Meraih prestasi, nilai akademik yang tinggi menjadi target.
Harapan ini tentu saja harapan yang baik. Karena memang setiap orangtua hanya ingin anaknya hidup bahagia, mendapat pekerjaan baik, sukses, kaya raya dan bisa bahagia bersama keluarga.
Tak menjadi masalah sebenarnya harapan seperti itu. Namun sebenarnya berperetasi akademik di sekolah, bisa mengenyam pendidikan tinggi, mendapat pekerjaan baik, menjadi sukses, kaya raya sebenarnya tidak cukup.
Karena sebenarnya yang terpenting dari sebuah masa depan dan kualitas hidup seseorang adalah menjadi cerdas dan baik, serta memiliki karakter dan kepribadian yang baik. Hal ini tidak bisa draih hanya dibangku sekolah, namun terbentuk dalam kehidupan keluarga.
Sebebarnya tak harus pintar untuk bisa bahagia, tak harus kaya raya untuk bahagia. Karena kebahagiaan itu sebenarnya adalah bagaimana seseorang bisa menikmati hidupnya sesuai yang dinginkannya dan hal itu bisa tercapai dengan melakukan kebaikan bagi banyak orang.
Karena itu, selain pendidikan yang tinggi dan kepintaran, orangtua seharusnya bisa menanamkan pendidikan karakter dan budi perkerti yang baik bagi anaknya selama di rumah. Dengan demikian anaknya tidak saja pintar dan berprestasi, namun juga berperilaku baik, berbudi pekerti dan berkarakter.
Menanamkan nilai-nilai positif guna membetuk karakter yang positif hendaknya dilakukan orangtua sejak dini. Orangtua harus bisa meluangkan waktu yang cukup bersama anak dan keluarga di rumah. Waktu itu bisa digunakan untuk berdiskusi membahas berbagai hal yang terjadi sepanjang hari di sekolah atau lingkungan keluarga.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/hari-pertama-masuk-sekolah-di-sdn-01-menteng_20160718_083359.jpg)