Kamis, 16 April 2026

Polisi di Dallas, Amerika Jadi Sasaran Penembak Jitu

Sebanyak sebelas aparat penegak hukum di Dallas, Amerika Serikat ditembak, dan empat di antaranya tewas, Kamis (7/7/2016).

Editor: Ferry Jahang
NBC DFW
NBC DFW Polisi melakukan pengamanan di lokasi penembakan di pusat Kota Dallas, Kamis 7 Juli 2016 waktu setempat. 

Polisi awalnya menyebutkan tiga orang petugas tewas dalam penyerangan tersebut. Dua orang lain sedang menjalani operasi dan tiga polisi dalam kondisi kritis.

Sesaat kemudian, pihak Kepolisian Dallas mengatakan, empat polisi dipastikan tewas. Selain polisi, ada seorang warga sipil yang terluka akibat serangan ini.

Sebelumnya, sekitar 800 orang menggelar aksi unju rasa dan 100 polisi melakukan pengamanan.

Wali Kota Dallas Mike Rawlings mengatakan, penembakan terjadi setelah aksi unjuk rasa berakhir dan longmarch selesai.

"Pukul20:58, mimpi buruk kita terjadi," kata Rawlings.

"Ini sangat mengejutkan, apa yang terjadi di Dallas ini teramat mengejutkan," tegas dia lagi.

Salah satu peserta aksi unjuk rasa mengatakan, mereka sedang menyelesaikan putaran kedua ketika terdengar suara tembakan.

"Kami mendengar sejumlah suara tembakan," kata saksi itu kepada MSNBC.

"Kami langsung bereaksi dengan berlari dan menyelamatkan bocah-bocah yang ada di sana," ungkap dia.

Seperti yang telah disebutkan, unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk protes atas penembakan yang dilakukan polisi di Alton Sterling, Baton Rouge Selasa dan di Philando Castile, kawasan St. Paul, Rabu.

Gubernur Negara bagian Texas, Greg Abbott meminta pemerintah pusat untuk memberikan bantuan pengamanan dalam perkara ini.

"Dalam situasi semacam ini, kita harus tetap ingat dan berempati bahwa yang terpenting adalah persatuan di AS," ungkap dia dalam pernyataan tertulisnya.

Unjuk rasa di Dallas merupakan salah satu dari sekian banyak aksi unjuk rasa yang pecah di negeri itu, menyusul isu rasial dalam penembakan polisi terhadap warga kulit hitam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved