Pendidikan

Ketua DPR Sesalkan Kriminalisasi Terhadap Guru

Ketua DPR Ade Komarudin angkat suara perihal maraknya kasus kriminalisasi guru dalam tiga bulan terakhir.

Ketua DPR Sesalkan Kriminalisasi Terhadap Guru
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin 

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin angkat suara perihal maraknya kasus kriminalisasi guru dalam tiga bulan terakhir. Ia mendesak kajian ulang definisi tindak kekerasan pada anak dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Kalau sampai meninggalkan luka fisik dan psikis memang harus diusut, tapi tidak boleh semuanya dianggap tindak kekerasan. Masa cubit sedikit langsung lapor polisi," kata Ade, Senin (4/7/2016).

Ade menyesalkan tindakan kriminalisasi terhadap guru. Seharusnya, kata dia, UU Perlindungan Anak tidak kontraproduktif terhadap pendisiplinan anak murid di sekolah. Ade mengimbau agar semua elemen pendidikan terliBat aktif dalam mendisiplinkan anak. Upaya tersebut juga dilakukan oleh orang tua.

"Paradigmanya harus diubah, disiplin itu dibangun dari keluarga dan sekolah. Harus kerja sama. Kalau ada cubit-cubit sedikit jangan langsung bawa ke pengadilan lah. Kasihan guru-guru, nanti mereka serba salah," ucap Ade.

Ade menegaskan bahwa sekolah harus diberikan ruang untuk menjelaskan dan mendamaikan perselisihan tentang tindakan indisipliner. Apalagi, jika kasus-kasus yang dilaporkan melibatkan orang tua yang berlatar belakang penegak hukum.

"Penegak hukum harusnya menjadi contoh. Bukan malah mengompori untuk bawa ke pengadilan," tutur Ade.

Kasus kriminalisasi terhadap guru terjadi di kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Guru Biologi SMP 1 Bantaeng, Nurmayani Salam resmi menjadi tahanan polres Bantaeng sejak Kamis, 12 Mei 2016. Maya diputuskan bersalah karena mencubit salah satu muridnya yang menolak melaksanakan shalat Dhuha.

Selain Maya, guru SMP Raden Rahmad Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur, Samhudi juga mengalami hal yang serupa. Ia diduga melakukan aksi gulat dan mencubit muridnya yang menolak melaksanakan shalat Dhuha. (tribunnews/kps/surya)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved