Tips Sehat dan Bahagia Setelah Pensiun

studi dari Australia menunjukkan, ketimbang saat masih menjadi pekerja, seseorang yang telah menjalani masa pensiun

Editor: Rosalina Woso
Shutterstock
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM -- Sebuah studi dari Australia menunjukkan, ketimbang saat masih menjadi pekerja, seseorang yang telah menjalani masa pensiun lebih dapat menikmati kegiatan sehari-hari.

Tingkat kenikmatan hidup tersebut berlangsung setidaknya satu tahun setelah seorang pensiun atau berhenti bekerja penuh waktu, tulis peneliti dalam jurnal Age and Ageing.

Bukti yang menyatakan, bahwa pandangan tentang pensiun yang kerap menurunkan kenikmatan dan kebahagiaan hidup adalah keliru, kata salah satu penulis studi Tim Olds dari University of South Australia.

Seseorang yang sudah pensiun memang bisa kehilangan hubungan sosial. Namun di sisi lain, pensiun menawarkan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang selalu Anda ingin lakukan atau belum sempat dilakukan karena disibukkan dengan pekerjaan kantor.

"Kami menemukan bukti bahwa seseorang sangat mungkin untuk lebih bahagia ketika pensiun," terang Olds.

Kenikmatan hidup itu bukan karena pensiunan dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai, Olds mencatat.

Pensiunan dapat lebih menikmati dan mendapatkan lebih banyak kesenangan dari kegiatan sehari-hari karena tidak dikejar-kejar oleh waktu dalam melakukan kegiatan yang disuka.

Kesimpulan didapatkan setelah peneliti melibatkan 124 pensiunan yang telah berhenti bekerja setidaknya tiga sampai enam bulan. Kelompok tersebut terdiri dari setengah pria dan setengah wanita, dengan usia rata-rata 62 tahun.

Pada awal penelitian, lalu 6 dan 12 bulan sesudahnya, Olds dan rekan-rekannya meminta peserta untuk mengingat kegiatan mereka dalam 24 jam terakhir.

Responden dikelompokkan menjadi delapan kategori berdasarkan aktivitas: aktivitas fisik, sosial, perawatan diri, tidur, nonton televisi, bersantai, bepergian, dan melakukan pekerjaan paruh waktu.

Peserta diminta menyelesaikan survei tentang kesehatan, kesejahteraan, kualitas tidur, dan rasa kesepian.

Dibandingkan sebelum pensiun, peringkat kenikmatan hidup rata-rata meningkat secara signifikan selama 1 tahun penelitian. Secara keseluruhan, peringkat kenikmatan hidup juga berhubungan dengan kesehatan dan kualitas tidur yang lebih baik.

Selama beberapa bulan terakhir sebelum pensiun, kenikmatan responden menurun ketika perjalanan ke kantor dimulai, sedikit meningkat saat istirahat kerja, dan bangkit kembali pada akhir hari kerja.

Usai pensiun, melakukan aktivitas fisik dan kegiatan sosial memiliki peringkat kenikmatan tertinggi, sementara melakukan pekerjaan paruh waktu memiliki kenikmatan terendah, menurut laporan tersebut.

Peserta yang terus bekerja paruh waktu setelah pensiun melaporkan bahwa kenikmatan hidup terus meningkat walau tidak signifikan.

"Orang-orang memiliki pengalaman yang berbeda ketika memilih bekerja paruh waktu setelah pensiun," kata Kenneth Shultz, seorang gerontologist sosial dan profesor psikologi di California State University di San Bernardino.

"Anda tidak harus berurusan dengan tekanan dari perusahaan, dan orang-orang cenderung tidak emosional di dalamnya." (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved