Pemkab Malaka Usulkan 29 Desa Dapatkan PLTS

Kita sudah presentasikan di Jakarta minggu lalu. Kita bawa lengkap datanya, mulai dari jumlah KK, jarak desa dari jaringan listrik.

Editor: Paul Burin
Pos Kupang/Dion Kota
Yos Parera 

Atap MCK berupa seng sudah berkarat dan beberapa sudah terlepas ditiup angin. Oleh sebab itu, ke depan ia berharap pembangunan lopo menggunakan atap beton sehingga bisa bertahan lebih lama lagi. Sedangkan MCK, dibangun jangan berdekatan dengan pantai. Ia juga berharap pemerintah bisa membangun lapak jualan agar nanti masyarakat setempat bisa berjualan dengan nyaman.

"Kalo sudah tertata dengan baik pasti pengunjungnya akan bertambah banyak. Apalagi jalan masuk kawasan pantai sudah mulai diperbaiki dan diperluas. Pastinya akan membuat para pengunjung semakin nyaman menghabiskan waktu liburan ke sini. Kami masyarakat setempat juga mendapat dampak ekonominya dengan menggelar dagangan di pesisir pantai," ungkap pria yang berprofesi sebagai nelayan ini.

Maria Viani Bete (36) juga mendukung penataan kawasan pantai tersebut. Ia mengatakan, dengan penataan yang baik, pantai wemasa akan menjadi obyek wisata favorit masyarakat Malaka.

"Pantai ini sangat indah. Tidak ada batu sama sekali. Hanya pasir pantai berwarna coklat sejauh mata memandang. Namun karena selama ini belum ditata, pantai ini masih kotor. Namun jika sudah ditata dengan baik dan disediakan petugas kebersihan saya yakin pantai ini bisa menjadi pantai primadona masyarakat Malaka," ungkapnya.

Diberitakan Pos Kupang sebelumnya, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran terpesona melihat keindahan panorama pantai dan laut perbatasan Wemasa, Desa Litamali, Kecamatan Koba Lima yang berbatasan laut dengan negara Timor Leste. Dirinya bahkan mengatakan pesona laut Malaka terindah di dunia.

"Potensi laut Malaka sangat luar biasa indah. Lihat saja garis pantainya yang panjang dan bibir pantai yang luas dengan karakteristik pasirnya yang kecoklatan, ini menjadi ciri khas tersendiri. Tidak hanya itu, laut di sini berwarna biru dengan ombaknya yang sedang sangat cocok untuk bermain slancar. Sungguh luar biasa pesonanya Pantai Malaka," kata orang nomor satu Malaka tersebut.

Dirinya mengatakan, saat ini menjadi tugas pemerintah untuk membangun infrastruktur untuk menghubungkan jalan raya utama menuju ke obyek wisata bahari tersebut. Selain fasilitas jalan, fasilitas penunjang pariwisata seperti lopo, penginapan, MCK dan fasilitas penunjang wisata lainnya perlu dibangun agar obyek wisata tersebut tertata dengan baik.

"Saya sudah punya ide untuk menata obyek wisata bahari ini. Ini potensi yang luar biasa. Entah nanti anggarannya dari pusat, provinsi atau kabupaten yang pasti obyek wisata ini harus kita tata. Saya sudah menugaskan Bappeda dan badan pengelola perbatasan untuk menyeting dengan sebaik-baiknya agar obyek wisata ini masuk dalam infrastruktur pariwisata daerah perbatasan," ujar Bupati Stef. (din)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved