Berita Flores Lembata Alor
Masyarakat Adat Rendu, Nagekeo Berbalik Dukung Soal Waduk Lambo
Bupati Nagekeo, Elias Djo menyambut baik perubahan sikap dari Fungsionaris dan Masyarakat Adat Rendu tersebut
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad
POS KUPANG.COM, MBAY - Sikap Masyarakat Adat Rendu akhirnya melunak soal pembangunan Waduk Lambo di Nagekeo.
Pada Senin (13/6/2016), Masyarakat Adat dan Tokoh Adat Rendu balik mendukung Pemerintah melakukan survey lokasi Waduk Lambo.
Dalam delapan pernyataan sikap yang ditandatangani 68 masyarakat adat Rendu dan Raja Ulu Tana, Gabriel Bedi, Raja Eko Tana, Aloysius Lepa, Masyarakat Rendu menyatakan, mendukung pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama tim survey untuk melakukan kajian atau survey lokasi pembangunan waduk.
Pernyataan sikap itu dibacakan oleh salah satu tokoh muda Rendu, Donatus Djogo di depan Bupati Elias Djo dan Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Yulius Lawotan serta Pimpinan SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo.
Menurut masyarakat Adat Rendu, dengan melihat kondisi topografi tanah ulayat Rendu seluruhnya yang sangat kritis dan gersang namun memiliki potensi untuk pengembangan ternak, pertanian, air baku dan pembangkit listrik, kehadiran sebuah waduk sangat dibutuhkan.
Bupati Nagekeo, Elias Djo menyambut baik perubahan sikap dari Fungsionaris dan Masyarakat Adat Rendu tersebut.
Elias meminta dukungan Masyarakat Adat Rendu untuk menyukseskan kegiatan survey lokasi Waduk dan berharap para fungsionaris Adat Rendu yang hadir saat ini bisa bersama-sama pemerintah membangun komunikasi dengan masyarakat di Jawatiwa dan Malapoma.
Sementara menyikapi penolakan sekelompok orang di Rendu terhadap Pembangunan Waduk Lambo, Asisten I Setda Nagekeo, Florentinus Pone mengatakan, Masyarakat Mbay-Dhawe, Lape dan Olaia juga akan mengambil sikap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/waduk-oetobo-direhab-banjir-bakal-dijinakkan_20151130_141159.jpg)