Padma, Aku Kecewa

KENAPA harus Padma? Bunga Padma atau lotus adalah simbol kehidupan itu sendiri.

Editor: Rosalina Woso
KOMPAS/THOMAS PUDJO WIDIJANTO
Pemilik Limanjawi Art House, Umar Khusaeri, menyaksikan karya Kartika Affandi yang dipamerkan. 

Perempuan tidur, relief perempuan memegang bunga padma dan teks di alas tidur. Barangkali ini sebuah perenungan, perjumpaan dalam mimpi tentang ajaran Karmawibangga, ajaran tentang sebab-akibat yang bersumber dari ajaran baik dan jahat.

Itulah rahasia "Di Balik Kelambu" Dian Anggraini, bahwa di balik kelambu bukan hanya ada kisah Kama Sutra, tetapi juga bisa menjadi tempat perenungan tentang hidup.

Yasumi Ishii, perupa Jepang yang kini menetap di pinggiran Candi Borobudur, menempatkan padma sebagai sebuah keabadian. Ini terlihat dalam karyanya berjudul "Catch the Power". Dia justru menggambar kelopak-kelopak bunga padma yang sudah mati.

Bunga padma memang bisa mati, tetapi dalam lembar-lembar daun yang telah mati itu terdapat bintik seperti lubang yang di dalamnya menyimpan benih. Suatu saat, benih itu bisa muncul sebagai padma yang indah lagi. Itulah keabadian bunga padma. Manusia bisa mati, tetapi karya-karyanya terus hidup, berjalan menembus zaman. (Kompas.Com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved