Dokter Ahli Kandungan Hengkang
Kalau kondisinya seperti itu, maka berbagai reaksi sudah pasti akan muncul. Orang bisa saja mengatakan
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Menyedihkan, mungkin itulah kata yang tepat terkait hengkangnya dua orang dokter ahli dari Kota Maumere, yakni dokter ahli kandungan dan dokter ahli anestesi. Kedua dokter itu hengkang lantaran rendahnya insentif yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap yang bersangkutan.
Kejadian seperti di atas mungkin bukan untuk pertama kalinya di NTT. Sudah terlalu sering terjadi sebelumnya. Ini terjadi diduga karena alasan yang sama, rendahnya insentif.
Kalau kondisinya seperti itu, maka berbagai reaksi sudah pasti akan muncul. Orang bisa saja mengatakan, tega benar dokter ahli melakukan seperti ini di tengah kesulitan masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan dokter ahli. Bisa juga orang menggugat soal nurani seorang dokter ahli yang hanya karena uang tega meninggalkan pasien yang membutuhkan pelayanannya.
Mungkin lebih miris lagi kalau dokter ahli tersebut justru pernah mendapat beasiswa dari pemerintah daerah. Tetapi apa mau dikata, ibarat nasi sudah menjadi bubur. Kita mencela atau memarahi dokter ahli tersebut juga tidak menyelesaikan persoalan. Mungkin ada yang berpikir, silakan kita ganti lagi dokter ahli yang baru. Tetapi, apakah semudah itu? Semua butuh waktu.
Kasus ini seharusnya menjadi kajian penting dari pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi NTT. Bupati dan Gubernur NTT jangan tutup mata terhadap masalah ini. Jangan sampai masalah dokter ahli hengkang menjadi kejadian biasa saja buat mereka. Pemerintah harus peduli dan bertanggung jawab, apalagi alasannya karena masalah insentif.
Idealnya, supaya masalah ini tidak muncul berulang-ulang, Pemerintah Pusat segera membuat regulasi baru soal insentif dokter ahli. Pemerintah pusat harus memberikan pemerintah daerah soal besaran insentif sehingga seorang dokter tidak gampang-gampangan pergi begitu saja untuk mencari tempat yang lebih empuk atau insentif tinggi.
Selain itu, pemerintah juga harus membuat regulasi untuk menertibkan dokter yang pindah tempat tugas seperti itu. Rumah sakit yang menerima mereka dicabut saja izin operasinya. Kalau hal ini dilakukan, maka sejak awal dokter ahli akan memilih berkarya di NTT dalam tenggang waktu lama. Mereka tidak lagi seenaknya hengkang dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Apalagi mereka yang PNS sebaiknya dipecat saja dan izin prakteknya dicabut.
Kita harap pihak RSUD TC Hillers Maumere dan Pemerintah Kabupaten Sikka segera mengambil tindakan cepat untuk mengatasi ketiadaan dokter kandungan dan anestesi di rumah sakit tersebut. Kalau tidak, kasihan ibu-ibu yang hendak melahirkan, lebih-lebih kelahirannya bermasalah dan harus membutuhkan operasi dari dokter ahli kandungan. Sulit dibayangkan bagaiamana seorang ibu yang hendak melahirkan kalau dirujuk ke rumah sakit di luar Sikka, apakah mungkin bisa bertahan? Tolonglah segera mengusahakan jalan keluarnya.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-dokter_20160202_165017.jpg)