Problematika Game Online
Aplikasi itu tidak lain adalah teknologi canggih yang meliputi media-media online yang mudah dikonsumsi publik
Oleh Yanuarius Y. T. Igor
Tinggal di Kota Kefamenanu
POS KUPANG.COM - Perkembangan arus digitalisasi dewasa ini semakin melingkupi pola hidup masyarakat luas. Digitalisasi menjadi sebuah trend yang kian marak diiming-iming oleh berbagai kalangan tanpa kenal usia. Arus digitalisasi menawarkan beragam aplikasi menarik yang menggugah daya tarik publik.
Aplikasi itu tidak lain adalah teknologi canggih yang meliputi media-media online yang mudah dikonsumsi publik. Menjadi sebuah fenomena belakangan ini bahwa pesatnya arus digitalisasi yang tampak dalam kemajuan teknologi canggih (media online) membawa dampak krusial bagi kalangan masyarakat luas, khususnya kalangan anak-anak usia dini. Bahkan fenomena game online menjadi salah satu keprihatinan publik saat ini karena hampir di seluruh dunia dampak dari media ini dapat menghambat perkembangan psikologis seseorang.
Ruang gerak anak usia dini dewasa ini perlahan-lahan dipersempit dengan hadirnya game online. Anak-anak usia dini lebih mudah mengakses game online daripada etika dan keutamaan-keutamaan yang diperoleh langsung dari lingkungan sosialnya. Kecenderungan mengakses game online inilah yang kemudian membuat anak-anak merasa serba berkecukupan dalam berbagai hierarki kebutuhannya.
Tak jarang dalam berbagai panti pendidikan saat ini banyak anak mengalami kemunduran baik dalam aspek kognitif maupun aspek psikologis. Dalam aspek psikologis, misalnya, banyak anak mengalami krisis mental dan kemerosotan akhlak atau budi pekerti. Faktor sugesti yang datang dari game online membuat anak-anak cenderung menciptakan daya khayal yang sering berseberangan dengan realitas kehidupannya.
Mentalitas anak usia dini hanya digiring kepada pola hidup instan. Mental yang suka menuntut tanpa kerja keras. Kebiasaan pola hidup demikian, membuat anak usia dini cenderung minder atau pesimis membangun relasi atau kontak dengan sesamanya dalam lingkungan sosial.
Dalam pemberitaan media akhir-akhir ini baik cetak maupun elektronik marak ditemukan persoalan tentang dampak game online. Problematika game online dan pengaruhnya dikritik oleh berbagai kalangan. Kritikan tidak hanya soal penting atau tidak penting penggunaannya, tetapi bagaimana melakukan kontrol sosial terhadap pola hidup anak dalam menggunakan game online.
Kontrol sosial dari berbagai kalangan menjadi penting untuk meredam mentalitas anak yang cenderung mengacu pada gaya hidup instan. Pada taraf ini, kebiasaan atau pola hidup anak usia dini diarahkan sedemikian agar pada gilirannya mereka tidak diperbudak oleh perkembangan teknologi canggih (game online).
Salah seorang psikolog anak, Monica Sulistiawati dalam sebuah sesi wawancara (LiveMetroTV, Jumat, 6/5/2016) mengatakan bahwa fenomena dari game online sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak usia dini. Banyak anak usia dini yang sudah kecanduan pada daya tarik game online akan mengalami krisis psikologis. Beberapa krisis psikologis itu antara lain, aspek fisik, kognitif, minimnya komunikasi, dan sosial emosional. Dampak penggunaan game online akan mengarah pada hal positif sejauh ada pembatasan jam penggunaan yang efektif bagi anak usia dini.
Hemat penulis, fenomena game online perlu dikritisi secara berkala. Artinya, perlu adanya penerapan sistem kontrol sosial bagi pola hidup anak usia dini. Oleh karena itu, beberapa hal berikut yang perlu diperhatikan guna meminimalisir pengaruh game online.
Pertama, kontrol sosial dari keluarga (orangtua) terhadap pola hidup anak harus menjadi prioritas utama. Kontrol sosial yang dimaksud lebih mengarah kepada bagaimana pihak orangtua menciptakan pola hidup yang teratur bagi anak agar berkembang dalam lingkungan yang kondusif dan tidak mudah terpengaruh dengan tawaran media online.
Kedua, perlu adanya pembatasan jam penggunaan media online bagi anak. Kebiasaan ini hendaknya diterapkan secara rutin guna meminimalisir krisis psikologis anak, di antaranya aspek fisik, kognitif, dan sosial emosional. Pembatasan jam penggunaan bagi anak akan sangat membantu seorang anak untuk tetap eksis dan memiliki daya tahan fisik yang kuat. Selain itu, aspek kognitif anak akan diasah sedemikian untuk berpikir kritis dalam menyikapi berbagai tawaran teknologi canggih (game online).
Ketiga, membiasakan anak usia dini untuk membangun interaksi secara langsung dengan lingkungan sosialnya. Kebiasaan ini untuk mempertahankan semangat sosial emosional dalam diri anak. Membuat anak lebih peka terhadap lingkungan luar.*