Memudahkan Akses Pendidikan

Namun kenyataannya, hingga saat ini belum semua warga Negara Indonesia bisa mendapatkan akses pendidikan dimaksud

POS KUPANG.COM - Setiap warga Negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan. Karenanya sudah seharusnya Negara menyediakan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas. Dengan demikian, akses pendidikan bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap warga Negara Indonesia di mana pun.

Namun kenyataannya, hingga saat ini belum semua warga Negara Indonesia bisa mendapatkan akses pendidikan dimaksud. Buktinya, masih banyak sekali anak-anak Indonesia yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi alias putus sekolah karena alasan tidak memiliki biaya atau karena letak sekolahnya jauh dari rumah.

Bahkan jika bisa bersekolah, fasilitas yang ada di sekolah pun sangat terbatas. Banyak sekolah yang masih minim guru, ruang kelas dan meja kursi terbatas, bahkan gedung sekolah pun sudah tidak layak pakai. Belum lagi kualitas dan sumber daya manusia (SDM) guru yang masih minim.

Persoalan lain yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia yakni pengelolaan dana BOS yang belum transparan di sejumlah sekolah. Hal ini mengakibatkan guru dan siswa menjadi korban. Dana BOS diselewengkan dan kurangnya pengawasan dari pihak berwenang. Akibatnya kualitas pendidikan semakin menurun.

Belum lagi persoalan yang dihadapi guru kontrak atau guru honor. Dengan honor yang minim dan tidak diangkat-angkatnya guru menjadi pegawai negeri sipil (PNS) hingga belasan sampai puluhan tahun, mereka tetap terus berupaya bekerja maksimal. Padahal kehadiran guri honor itu membantu mengatasi minimnya kuantitas guru di berbagai sekolah, terutama di pedalaman daerah.

Belum lagi kebingungan para guru untuk menerapkan sistem pendidikan yang hampir setiap beberapa tahun sekali berubah-ubah metodenya.

Murid sekolah pun punya masalah sendiri, seperti jauhnya letak sekolah bahkan ada yang harus ditempuh dengan melewati hutan, sungai yang membahayakan nyawa murid. Duduk berdesak-desakan dalam bangku dan meja yang minim, tak adanya ruang perpustakaan, kurangnya laboratorium dan peralatan praktek dan lainnya. Kondisi ini banyak terjadi di sekolah-sekolah yang ada di pelosok daerah.

Semua keterbatasan itu harus mereka terima hanya agar mereka tetap bisa mengenyam pendidikan. Tak mengherankan jika dari tahun ke tahun, kualitas output lulusan murid dari sekokah yang minim fasilitas itu terus saja rendah dan tidak bisa menyamai output SDM dari sekolah yang fasilitasnya lengkap.

Karena itulah Pemerintah harus mulai serius memetakan masalah masalah pendidikan yang terjadi di seluruh Indonesia lalu mencari jalan keluar dan mulai mengatasinya sedikit demi sedikit. Antara lain, lebih meningkatkan dana di bidang pendidikan. Dengan demikian secara rutin bisa digunakan untuk membangun sarana prasarana menuju ke sekolah juga fasilitas di sekolah. Meningjatkan kualitas SDM guru-guru. Memberikan kesempatan bagi para guru untuk meningkatkan kualitas SDM nya dengan beasiswa. Termasuk memberikan beasiswa kepada murid agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Membuka sekolah-sekolah di daerah terpencil agar bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved