Kontraktor Pembangunan Risha Belu Nilai Tukang Lokal Malas
Kontraktor pembangunan rumah instan sederhana sehat (Risha) di Desa Silawan, Dualaus dan Fatuketi Kabupaten Belu menilai tukang lokal asal Belu malas
Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau
POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Kontraktor pembangunan rumah instan sederhana sehat (Risha) di Desa Silawan, Dualaus dan Fatuketi Kabupaten Belu menilai tukang lokal asal Belu malas bekerja dan sulit diatur sehingga pihaknya lebih memilih mendatangkan tukang dan pekerja dari Sumatera.
Penilaian ini disampaikan Eko Susanto, Staf logistik, PT. Trimina Bersaudara yang merupakan perusahaan pelaksana proyek rumah ini dan Abdulkadir selaku pengawas yang ditemui Pos Kupang, Selasa (3/5/2016).
Menurut keduanya, lantaran sulit diatur maka tukang dan pekerja lokal yang masih bekerja di tiga wilayah ini kurang dari 30 orang.
"Pekerja dari Sumatra dan juga tukang lokal. Tapi kami kesulitan mengurus tenaga lokal. Mereka malas kerja," kata
Susanto.
Dijelaskannya, saat ini ada 170 pekerja dan tukang yang mengerjakan proyek pembangunan rumah murah ini namun lebih banyak tukang dari luar.
"Sebelumnya, tukang dari warga lokal 40 orang tapi berkurang dan saat ini jadi 20. Mereka malas lebih banyak duduk. Padahal kita borong pekerjaan ini ada jangka waktu yang harus diselesaikan," tukasnya.
Mengenai progres fisik pembangunan Risha ini, Abdulkadir mengatakan, untuk 100 unit rumah di Silawan, 153 di Dualaus dan 50 unit di Fatuketi, saat ini sudah mencapai 20 persen.
"Targetnya tiga bulan selesai. Memang jangka waktu lima bulan tapi kita bisa sampai tiga bulan saja," ujarnya.*
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/risha-di-silawan_20160503_222212.jpg)