Harus Jujur dalam UN
UN ini merupakan tradisi tahunan untuk menguji apakah seseorang pantas lulus atau apakah sudah
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Mulai hari ini, Senin, 4 April 2016 hingga beberapa hari ke depan, sebanyak 79.476 siswa SMA dan SMK di Nusa Tenggara Timur mengikuti ujian nasional (UN). Para siswa ini tersebar di berbagai sekolah, termasuk 32 SMA/SMK di NTT tahun 2016 ini akan menggelar ujian dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT).
UN ini merupakan tradisi tahunan untuk menguji apakah seseorang pantas lulus atau apakah sudah menguasai semua ilmu yang diajarkan selama tiga tahun di bangku pendidikan menengah atas tersebut, sebelum melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.
Dan, UN juga merupakan peristiwa yang paling mendebarkan bagi siswa dalam perjalanan menempuh pendidikan. Sebab, kesalahan atau kekeliruan sedikit saja dalam mengisi lembaran jawaban akan menentukan siswa tersebut lulus atau tidak. Dan, kita tahu bahwa pengalaman selama ini bila siswa gagal dalam ujian akhir ini, maka kesedihan yang mendalam bagi siswa tersebut.
Hal ini pula yang mendorong sekolah-sekolah selalu mempersiapkan jauh-jauh hari para siswa, baik dalam bidang akademik maupun mental untuk mengikuti ujian ini. Dengan harapan mendapatkan hasil yang maksimal saat pengumuman kelulusan nanti.
Sebagai masyarakat, kita juga memiliki peran dan kepedulian dalam dunia pendidikan ini. Kita wajib menghantar siswa-siswa kita agar lulus dalam ujian ini dengan harapan mendapat nilai yang baik. Sebab, nilai ini juga menggambarkan kualitas belajar para siswa.
Namun, satu pesan kita adalah para siswa ini harus bekerja sebaik-baiknya dan lebih penting lagi adalah kejujuran. Jujur dalam konteks ini adalah para siswa peserta ujian nasional ini tidak oleh bersikap curang dengan cara menyontek dari lembar yang sudah disiapkan, atau menyontek dari hasil kerja rekan lain.
Sebab, kita tahu ujian nasional ini juga tidak sekadar pelaksanaan ujian, tetapi juga menguji kejujuran. Sebab, apa artinya menghasilkan generasi yang cerdas, tetapi berperilaku curang. Atau pura-pura pintar, tapi sebenarnya tidak cerdas.
Sebagai orang NTT, kita juga bisa berbangga bahwa kita masih dianggap jujur dalam pelaksanaan ujian nasional, namun kita juga harus percaya diri bahwa kita tidak kalah dengan daerah lain. Kita jangan gunakan cara-cara instan hanya untuk dianggap cerdas, sebab ujian nasional hanya salah satu ujian dalam dunia pendidikan yang selanjutnya berpengaruh pada aspek lainnya seperti ekonomi, sosial, budaya dan teknologi.
Ini artinya, ujian nasional ini merupakan tangga pertama yang harus kita lewati untuk menapaki anak tangga selanjutnya. Bila kita bisa melewati ini dengan cara kita yang jujur, maka kita juga akan percaya diri untuk menapaki anak tangga selanjutnya.
Kepada para siswa kita berharap jawablah pertanyaan dengan ilmu yang sudah dipelajari dan jangan bersikap curang. Karena curang itu adalah perbuatan yang tercela dan memalukan. Sikap curang hanya akan melahirkan generasi korupsi dan mengancam masa dengan bangsa dan negara. *