Atap Museum Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas Kini Bocor

Hujan deras yang mengguyur Kota Tanjung Selor dari pagi hingga siang, Rabu (30/3),

Editor: Rosalina Woso
TRIBUNKALTIM.COM/DOAN PARDEDE
Atap sebelah dalam Museum Bulungan kini bocor dan kemasukan air kala hujan. Beberapa triplek penutup di bagian dalam juga sudah rusak dan berjuntai, Rabu (31/3). 

POS KUPANG.COM, TANJUNG SELOR -- Hujan deras yang mengguyur Kota Tanjung Selor dari pagi hingga siang, Rabu (30/3), membuat Datu Ibrahim tak bisa lepas dari alat pelnya. Selain dari atap yang bocor, air juga masuk dari jendela dan dinding yang tidak tertutup sempurna.

Objek wisata sejarah Museum Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas, kini tampak kurang terawat dan ditumbuhi rumput liar.
Jika dari Tanjung Selor, objek wisata ini bisa dijangkau dengan dua cara yakni melalui darat dan air. Tapi keduanya, tetap harus menyeberangi Sungai Kayan.

Akses pertama, bisa melalui Jl Jelarai, memutar hingga ke Jembatan Sei Kayan. Untuk akses melalui sungai, bisa menggunakan jasa perahu ketinting yang banyak terdapat di samping Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor.

Pemandangan kusam sudah mulai tersaji ketika akan memasuki museum dengan balutan cat yang didominasi warna cerah ini. Kedua pintu gerbang yang terbuat dari besi tak lagi menempel di tempatnya.
Meriam-meriam besi yang berdiri kokoh tepat di depan museum, tampak sudah dikelilingi rumput. Bahkan rumput terlihat hampir merata di sekeliling museum.

Di satu titik di halaman museum terpampang jelas plang bertuliskan Yayasan Museum Kesultanan Bulungan lengkap dengan nomor Akta Notarisnya.

Pemandangan di bagian dalam museum tak kalah memprihatinkan. Bagian asbes yang terbuat dari triplek sebagian sudah lepas dan berjuntai di beberapa titik.

"Kalau hujan, saya selalu harus menimba air," kata Datu Ibrahim, pria yang masih kerabat Kesultanan dan sehari-hari menjaga museum ini.

Walau dengan semua keterbatasan yang ada saat ini kata Datu Ibrahim, setiap harinya selalu ada saja pengunjung yang datang ke museum tersebut.

"Pasti selalu ada yang datang," katanya.

Bila diperhatikan, walaupun sebagian sudah berupa replika, museum ini cukup banyak dan lengkap menyajikan seputar sejarah Kesultanan Bulungan.

Mulai dari foto-foto Sultan terdahulu, lambang Kesultanan, Singgasana, tempat tidur, dan perabotan rumah tangga di zaman Kesultanan masih bisa disaksikan di museum ini.

Hanya saja, barang-barang bersejarah tersebut dipajang seadanya dan terkesan sumpek. Dan informasi yang dihimpun, masih banyak barang yang belum dipajang karena keterbatasan tempat.

Ketua DPRD Bulungan, Syarwani, Kamis (31/3) mengatakan, Pemkab Bulungan bahkan Pemprov Kaltara harus memberikan dukungan terhadap pelestarian sejarah dari Kesultanan Bulungan ini.

"Seperti penataan, atau apa-apa saja yang harus kita perbaiki di museum itu," katanya.

Keberadaan museum ini juga kata Syarwani, sangat penting bagi generasi muda untuk menambah wawasan terhadap sejarah-sejarah apa saja yang pernah ada di Kabupaten Bulungan.

"Itu wisata sejarah, banyak hal yang mungkin bisa kita jadikan informasi. Anak-anak sekolah juga langsung melihat isi museum tersebut sebagai sebuah sejarah," katanya. (Tribun Kaltim.Com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved