Plan Indonesia Suplai Air Bersih Ke 21 Kecamatan di Nagekeo
Bantuan air bersih merupakan bagian dari upaya Plan Indonesia untuk mengurangi resiko dampak kekeringan di daerah itu.
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad
POS KUPANG.COM, MBAY -- Kekeringan akibat kemarau panjang menyebabkan krisis pangan dan air bersih di sejumlah wilayah di Kabupaten Nagekeo.
Kondisi ini mengundang perhatian Plan Internasional Indonesia Unit Program Nagekeo. Melalui program El Nino Response di Propinsi NTT, Plan Internasiinal Indonesia Unit Nagekeo menyalurkan air bersih ke 21 di Kecamatan Aesesa dan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.
Bantuan air bersih merupakan bagian dari upaya Plan Indonesia untuk mengurangi resiko dampak kekeringan di daerah itu.
Suplai air bersih diawali dari Desa Waekokak, Nggolonio, dan Nangadhero, Rabu (21/3/2016) dan akan dilanjutkan Selasa (27/3/2016) atau setelah perayaan Paskah.
Tidak hanya air bersih, Plan juga membantu fiber watter tanks.
Setiap desa akan diberikan dua fiber penampung air berkapasitas 2.200 liter.
Pendistribusian air bersih ke desa-desa dilanda kekeringan ditandai dengan pengguntingan pita dan pelepasan tim Emergency Response oleh Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagekeo, Robertus Rena fan Perwakilan Manajer Program Plan Indonesia Unit Nagekeo, Anwar Mauludin di Halaman Kantor Plan Internasional Indinesia Progran Unit Nagekeo di Danga, Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo, Rabu pagi.
Anwar Mauludin dalam sambutan singkatnya, mengatakan, kekeringan yang melanda wilayah Utara Kabupaten Nagekeo, bukan hanya menyebabkan rawan pangan tetapi krisis air bersih.
"Karena itu, pada tahun 2016 ini Plan Indonesia Unit Nagekeo melakukan program kerja membantu mengatasi dampak kekeringabn khususnya krisi air bersih di 21 desa dan kelurahan di daerah ini. Hari ini kami pendropingan pada dua desa yakni, Desa Waekokak dan Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa," ungkap Mauludin.
Sementara itu, Pejabat yang mewakili Kepala BPBD Nagekeo, Robertus Rena menyampaikan terima kasih terhadap Plan Indonesia yang peduli terhadap masyarakat korban bencana kekeringan di daerah itu.
Robertus Rena mengungkaokan, Kehadiran Plan Indonesia di wilayah Nagekeo, telah membantu pemerintah Nagekeo, bukan hanya pendidikan saja, namun pada masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat di daerah itu.
Sementara itu Kepala Desa Waekokak, Yohanea Samparaja Tonga yabg ditemui di Desa Waekoka pada hari yang sama, mengatakan, kekeringan panjang telah menyebabkan masyarakat di Desa Waekokak menderita krisi air bersih.
"Masyarakat di desa ini mengandalkan air dari tiga sumur. Itupun rasanya payau. Ada jaringan air bersih dari PDAM tetapi kekuar tidaj jelas. Kalau air di sumur kering, masyarakat terpaksa lari ke Kali Aesesa yang jaraknya sekitar lima kilo meter," kata Yohanes.
"Dengan dua buah fiber dari Plan Indonesia ini dan bantuan air beraih, kami merasa terbantu," tambah pria yang biasa disapa Anis ini.
Ungkapan senada disampaikan Kepala Desa Nggolonio, Mikael Jena.