Maling Beraksi Polisi Jangan Kalah

Menariknya bahwa uang tersebut baru saja diambil dari Bank NTT. Kecurian itu juga terjadi di tempat parkir

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

POS KUPANG.COM - Pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil milik korban kembali terjadi di Kota Kupang, Selasa (22/3/2016). Kejadian naas itu justru menimpa warga Oebufu, Donny Ratu yang kemalingan Rp 150 juta. Kalau mau dibilang, kehilangan uang sebanyak itu cukup banyak jumlahnya.

Menariknya bahwa uang tersebut baru saja diambil dari Bank NTT. Kecurian itu juga terjadi di tempat parkir milik Bank NTT. Ada cukup banyak pertanyaan berkaitan dengan hal ini. Orang pasti saja bingung karena pencuri seolah-olah tahu kalau korban sedang mengambil uang.

Pertanyaan lainnya, kok bisa kehilangan di tempat parkir milik Bank NTT yang nota bene setiap hari penuh sesak dengan nasabah. Apakah Bank NTT tidak memiliki pengaman seperti CCTV yang bisa beroperasi di seluruh areal perbankan itu?

Kalau Bank NTT memiliki CCTV, maka pencurian dan pelakunya pasti terekam pada CCTV, dan karena itu mestinya bisa dideteksi.

Lalu, apakah Bank NTT sendiri tidak punya security yang bisa memantau keliling. Kalau dua hal ini benar-benar tidak ada, maka menjadi bahan koreksi bagi Bank NTT untuk mulai berpikir tentang pengamanan bagi nasabahnya.

Hal lainnya yang menjadi kekhawatiran masyarakat Kota Kupang adalah kasus pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil sepertinya tidak pernah terungkap oleh pihak kepolisian. Kita sepertinya begitu rapuh menghadapi para pencuri yang profesional seperti ini.

Atau bisa juga polisi sulit mengungkap karena masyarakat sendiri tidak pernah berani memberikan informasi seputar kasus pencurian seperti ini.

Tentu dalam kasus seperti ini tidak ada orang yang perlu dipersalahkan. Pemilik uang seharusnya lebih hati-hati kalau ingin mencairkan uangnya di bank. Sangat disayangkan kalau nasabah yang mencairkan uang dalam jumlah Rp 150 juta justru tidak ditemani keluarga lainnya.

Mungkin ini mengada-ada, tetapi sikap waspada hendaknya menjadi bagian dari hidup orang kota. Masyarakat kota sangat bervariasi. Tidak hanya orang baik tinggal di kota. Tidak sedikit pula orang jahat. Ada yang kasat mata berpenampilan penjahat, tetapi ada yang berpenampilan orang baik: berpakaian necis bahkan bermobil, tetapi otak dan hatinya penuh dengan niat dan rencana jahat.

Orang-orang jahat selalu mencari kesempatan untuk beraksi. Apalagi kalau kita lalai mengawasi uang atau barang yang kita bawa. Saat itulah si penjahat menggunakan kesempatan. Penjahat yang profesional biasanya sulit dideteksi, tetapi tidak berarti profesionalisme polisi kalah dari penjahat. Maka kita harapkan polisi segera mengungkap pelaku pencurian ini.*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved