Johan Budi : Jokowi dan SBY Tak "Berbalas Pantun"

Johan Budi, Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo

Editor: Rosalina Woso
Abror/presidenri.go.id
Presiden keenam SBY dan Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers bersama, seusai pertemuan empat mata, di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8) malam 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Johan Budi, Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah berkomentar di media sosial untuk menanggapi atau menyerang pihak tertentu.

"Tidak pernah sekalipun di Tweet Pak Jokowi menanggapi atau menyerang seseorang," kata Johan melalui telepon dalam diskusi Satu Meja dengan topik "Saling Sindir Negarawan" di Kompas TV, Rabu (23/3/2016) malam.

Diskusi itu menyikapi peristiwa politik dalam Tour de Java yang dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat dan kunjungan Presiden Jokowi ke Kompleks olahraga Hambalang, Bogor.

Johan juga menganggap tidak ada masalah dengan pernyataan SBY selama ini dalam media sosial, termasuk ketika menanggapi kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Saya yakin niat Pak SBY baik beri masukan ke Presiden Jokowi. Saya tidak lihat apa yang disampaikan Pak SBY dan yang dilakukan Pak Jokowi disebut berbalas pantun," kata Johan.

Meski demikian, Johan berpendapat, komunikasi antara Presiden dengan SBY sebaiknya tidak melalui media sosial. Komunikasi antarkedua tokoh itu lebih baik dilakukan secara langsung.

"Saya rasa tidak ada persoalan antara Pak SBY dengan Pak Jokowi. Yang jadi persoalan adalah pendukung Pak SBY terlalu reaktif atas apa yang dilakukan Pak Jokowi ketika berkunjung ke Hambalang," kata Johan.

Sementara itu, pengamat politik dari Political Communication Institute Heri Budianto menilai, jika dilihat berdasarkan makna dalam konteks pernyataan di media sosial, antara SBY dan Jokowi jelas saling sindir.

Heri mengatakan, memang tidak ada yang salah dengan kebiasaan SBY berkomentar di media sosial. Namun, kata dia, akan menimbulkan masalah ketika pernyataan yang disampaikan SBY itu berupa kritikan.

Mengingat SBY dan Jokowi merupakan tokoh nasional, kata dia, kritikan itu bakal memancing reaksi publik. Terlebih lagi jika para pendukung kedua pihak ikut mengomentari dan media massa mengangkatnya sehingga membuat panas.

Ia memberi contoh ketika Roy Suryo sebagai mantan Menpora yang ikut berkomentar soal kunjungan Jokowi ke Hambalang.

"Ini bukan pendidikan yang bagus, mempertontonkan persaingan tidak sehat," ucap dia.

Berbagai pihak mengaitkan kunjungan Jokowi ke Hambalang dengan pernyataan SBY dalam Tour de Java. Kunjungan ke proyek mangkrak peninggalan pemerintahan SBY itu dianggap sebagai respons Jokowi menjawab kritikan SBY.

SBY sebelumnya menyebut bahwa pemerintah sebaiknya tidak menguras anggaran di sektor infrastruktur.

Terlebih lagi, kondisi ekonomi Tanah Air sedang lesu.

Belakangan, setelah pernyataannya dikaitkan dengan kunjungan Jokowi ke Hambalang, SBY kembali melontarkan pernyataan lewat. (Kompas.Com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved