Pembantu Asal Indonesia Ini Terjebak dalam Lift yang Terlempar 17 Lantai
Seorang pembantu asal Indonesia, Evi Lisnawati (36), terjebak sekitar 1,5 jam di dalam sebuah lift di sebuah apartemen di Jalan Ang Mo Kio, Singapura,
POS KUPANG.COM -- Seorang pembantu asal Indonesia, Evi Lisnawati (36), terjebak sekitar 1,5 jam di dalam sebuah lift di sebuah apartemen di Jalan Ang Mo Kio, Singapura, Senin (7/3/2016) pukul 19.15 waktu setempat. Lift itu sempat terlempar 17 lantai, sehingga pantat, punggung dan kepala Evi membentur lantai dan dinding lift.
Saat itu, Evi sedang dalam perjalanan untuk menjemput anak majikannya dari pusat kuliah.
"Saya memasuki lift di lantai 5, blok 317 Jalan Ang Mo Kio No 31 sekitar pukul 19.15. Di lantai dasar, pintu lift terbuka sekitar 20 cm dan tertutup lagi," katanya kepada The Straits Times.
Dia lalu menekan tombol buka, namun tidak berfungsi. Lifnya lalu bergerak ke lantai 3 dan berhenti.
Setelah menekan tombol untuk beberapa detik lagi, lift mulai bergerak lagi. Tapi bukannya turun, liftnya malah naik.
"Lifnya naik sangat cepat sampai ke lantai 20," katanya, menggambarkan bagaimana dia jatuh, dan membentur dinding dan lantai lift.
Kemudian, dia mendengar bunyi benturan, dan liftnya turun sedikit. Dia akhirnya terjebak antara lantai 19 dan 20.
"Orang-orang di lantai 19 hanya bisa melihat kaki saya," katanya.
Dia lalu menghubungi majikannya dan menceritakan apa yang terjadi.
"Tim penyelamat datang sekitar pukul 19.30, tapi tidak bisa membuka pintunya," ungkapnya.
Angkatan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) mengatakan, mereka diperintahkan datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 20.30.
"Evi lalu berhasil dikeluarkan berkat bantuan seorang teknisi lift," ungkapnya.
Evi lalu diperiksa paramedis, namun dia menolak dibawa ke rumah sakit.
"Saya bisa beristirahat di rumah dan meminum obat," katanya.
Itu adalah pengalaman yang traumatis bagi Evi. "Saya tidak bisa tidur sampai pukul 01.00," sebutnya.
Karena dia masih belum sehat, sang majikan memintanya untuk beristirahat.
Namun, Evi memutuskan untuk mulai bekerja dan mulai memasak makan malam, setelah wawancara.
"Kami akan menyelidiki insiden tersebut," kata juru bicara Dewan Kota Ang Mo Kio kepada The Straits Times.
Blok apartemen itu dibangun pada tahun 1994.
Insiden serupa
Seperti dimuat The New Paper Online, pada Oktober 2015, tangan seorang wanita berusia 85 tahun, putus dalam kecelakaan lift di Blok 322, Tah Ching Road.
Janda ini berusaha menahan pintu lift agar tak tertutup saat masuk bersama seekor anjingnya. Dia juga jatuh dan patah kaki kirinya dalam insiden itu.
Pada Agustus 2014, seorang petugas kebersihan berusia 70-an, menderita luka serius dalam kecelakaan lift di One Devonshire kondominium.
Lift layanan yang memiliki pintu logam itu digunakan untuk memindahkan sampah-sampah dari ruang bawah tanah ke lantai pertama, yang lalu diangkut ke truk sampah.
Tim penyelamat dari Angkatan Pertahanan Sipil Singapura menemukan pria itu masih sadar dan terduduk di peron.
Pada Februari 2014, sebanyak empat perempuan terjebak dalam lift di UE Square.
Lift bergemuruh dan bergetar saat seorang wanita memasuki lift di lantai 10.
Lift itu lalu jatuh tiga lantai. Para wanita itu berhasil diselamatkan sekitar 1,5 jam kemudian.
Pada Desember 2013, seorang wanita memasuki lift di Regency House, Jalan Penang, ketika lift itu melonjak sembilan lantai sebelum membanting ke langit-langit poros dan copot puing-puingnya.
Wanita itu mengalami terkilir di bahunya. (nto/Tribunnews)
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pembantu-asal-indonesia-evi-lisnawati_20160310_123630.jpg)