Breaking News

Kuda Sumba Pun Tak Kalah Gertak

Aparat kepolisian juga berjaga-jaga di pintu masuk ruang Aula Ben Mboi. Setiap pengunjung

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

Masih banyak budaya yang kita miliki dan perlu dipromosikan terus. Acara Persahabatan Budaya dalam rangka Imlek merupakan salah satu bentuk promosinya.

POS KUPANG.COM - Sekitar pukul 18.00 Wita, aparat kepolisian dari Polres Kupang Kota sudah berjaga-jaga di kompleks kantor Gubernur NTT, terutama di GedungAula Ben Mboi Kupang. Ada anggota polisi yang membawa senjata lengkap.

Aparat kepolisian juga berjaga-jaga di pintu masuk ruang Aula Ben Mboi. Setiap pengunjung yang hendak masuk ke dalam aula diperiksa satu per satu, tas pengunjung pun diperiksa dan tidak boleh memakai jaket.

Itulah pemandangan yang terekam wartawan Pos Kupang, Kamis (18/2/2016) sore hingga malam hari. Walau ada penjagaan ketat aparat kepolisian dan pemeriksaan terhadap setiap pengunjung, namun hal ini tidak berarti ada yang genting di sekitar lokasi tersebut.

Apa yang dilakukan aparat kepolisian hanyalah bagian dari prosedur pengamanan karena acara yang digelar di Aula Ben Mboi merupakan acara yang melibatkan pejabat negara lain.

"Ini bagian dari prosedur pengamanan saja. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena acara yang akan digelar kan melibatkan pejabat dan warga negara lain yang berkunjung ke wilayah kita," kata Kabag Ops Polres Kupang Kota, Kompol Gede Arya Bawa, ketika ditemui wartawan di Gedung Aula Ben Mboi.

Konsulat Jenderal RRT (RRC) Denpasar menggelar perayaan Imlek 2567 di Kupang, NTT tepatnya di Aula Ben Mboi Kupang, Kamis (18/2/2016) malam, mengambil tema; "Persahabatan Budaya Dalam Rangka Imlek 2567".

Karena acara persahabatan budaya inilah, aparat kepolisian diturunkan untuk melakukan pengamanan.

Ratusan warga Kota Kupang, terutama warga keturunan Tionghoa memadati aula gedung tersebut. Umumnya pengunjung yang hadir mengenakan baju merah, bukan cuma warga keturunan Tionghoa, tetapi warga Kota Kupang lainnya.

Acara "Persahabatan Budaya Dalam Rangka Imlek 2567" yang ditunggu-tunggu sejak pukul 18.00 Wita, akhirnya dimulai pukul 19.45 Wita. Ditandai dengan penjemputan Konjen RRT Denpasar, Hu Yinquan, dan Wakil Gubernur NTT, Beny A Litelnoni, serta rombongan dengan Tarian Hegong dari Kabupaten Sikka. Tarian ini dibawakan penari dari Sanggar Taman Budaya NTT.

Suasana pun berubah semarak. Para hadirin menyambut dengan berdiri dan tepu tangan meriah sambil mengangkat HP untuk foto guna mengabadikan peristiwa tersebut.
Setelah Konjen RRT Denpasar, Hu Yinquan menyampaikan sambutannya, para penari dari Sanggar Taman Budaya NTT kembali tampil membawakan Tarian Talijara dari Pulau Sumba.

Kuda Sumba pun tak kalah gertak kalau dilihat dari penampilan tarian ini. Para penari tampil energik dengan hentakan dan teriakan yang penuh semangat.

Peralatan yang digunakan para penari sama seperti Tarian Kataga, juga salah satu jenis tarian asal Pulau Sumba. Hanya gerakan tarian yang berbeda.

Setelah sambutan Wakil Gubernur NTT, Beny Litelnoni, dan acara pembukaan "Persahabatan Budaya Dalam Rangka Imlek 2567" dinyatakan selesai. Acara kemudian dilanjutkan dengan pementasan seni budaya dari RRT. Pihak Konsulat RRT Denpasar menghadirkan artis-artis Tiongkok yang membawakan sejumlah tarian dan lagu pada perayaan Imlek bersama masyarakat NTT yang hadir.

Pementasan seni budaya dari RRT diawali penampilan Tarian Akrobat yang dibawakan para penari Miyi Oqtu, sebagai pembuka penampilan artis-artis Tiongkok. Penampilan tarian akrobat pun langsung memukau para penonton.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved