Kenali Gejala dan Pencegahan Anemia

Zat besi adalah mineral vital untuk pembentukan hemoglobin

Editor: Rosalina Woso
Thinkstockphotos
ilustrasi 

POS KUPANG.COM -- Zat besi adalah mineral vital untuk pembentukan hemoglobin, bagian sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida.

Hemoglobin menjemput oksigen dari paru-paru, lalu lewat darah merah mengedarkannya ke semua sel tubuh termasuk kulit dan otot. Kemudian mengambil karbondioksida, mengantarkannya ke paru-paru untuk dikeluarkan lewat napas.

Jika tubuh kekurangan zat besi, muncullah kondisi yang disebut kurang zat besi yang dapat berkembang menjadi anemia. Anemia adalah kondisi di mana jumlah zat besi sangat rendah, sehingga sel darah merah tidak sanggup berfungsi sebagaimana mestinya.

Gejala anemia yakni, kelelahan, kulit pucat, lemah kurang tenaga, pusing, Glositis atau radang lidah

Sumber zat besi

Tubuh menyerap zat besi dua hingga tiga kali lebih banyak dari makanan hewani dibanding nabati. Beberapa sumber alami zat besi yakni daging sapi rendah lemak, daging kalkun, daging ayam, daging babi rendah lemak dan ikan.

Meski jumlah zat besi yang diserap dari tumbuhan lebih sedikit, tapi setiap miligramnya sangat berharga. Tambahkan vitamin C ke dalam menu makan harian Anda, terutama bagi yang vegetarian. Ini akan membantu penyerapan zat besi. Demikian saran Caroline Kaufman, MS, RDN, ahli nutrisi dari Los Angeles.

Beberapa makanan nabati sumber zat besi adalah kacang-kacangan, biji-bijian, sayur berdaun hijau tua seperti kangkung dan bayam, sereal yang diperkaya zat besi, gandum.

Siapa berisiko anemia?

Wanita hamil dan menyusui adalah kelompok pertama yang berisiko. Peningkatan volume darah membutuhkan lebih banyak zat besi untuk diberikan ke bayi atau janin, demi pertumbuhan organ tubuhnya.

Anak-anak adalah kelompok kedua. Bayi sampai umur enam bulan menyimpan cukup zat besi di dalam tubuhnya. Setelah itu, jumlahnya turun. ASI dan suplemen zat besi khusus bayi dapat mengganti suplai yang turun, jika makanan padat yang diberikan tidak mencukupi kebutuhan zat besinya.

Susu sapi miskin zat besi. Ketika anak-anak minum susu sapi terlalu banyak, makanan lain akan terdesak keluar atau anak jadi kurang mau makan makanan lain, karena merasa kenyang.

Akibatnya, risiko anemia susu meningkat. Anemia susu adalah anemia karena terlalu banyak mengonsumsi susu sapi. Seorang anak tidak dianjurkan minum lebih dari dua gelas susu perhari, kata Kaufman.

Gadis remaja juga banyak yang berisiko anemia, karena keinginan diet yang sedang menggebu-gebu. Wanita dengan periode haid yang berat, pun rentan terkena anemia.

Mencegah defisiensi zat besi

Terapkan pola makan seimbang dengan mengasup makanan sumber-sumber zat besi di atas. Kombinasikan sayur yang mengandung zat besi dengan buah yang kaya vitamin C dalam waktu yang bersamaan.

Jika Anda terlanjur mengidap anemia berat, pergilah untuk memeriksakan diri ke dokter supaya bisa segera mendapat suplemen yang sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. (Kompas.Com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved